DetikNews
Sabtu 03 November 2018, 09:12 WIB

Tol Trans Jawa di Madiun Dikeluhkan Petani, Kenapa?

Sugeng Harianto - detikNews
Tol Trans Jawa di Madiun Dikeluhkan Petani, Kenapa? Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Beroperasinya jalan tol trans Jawa tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Para petani di sekitar ruas tol mulai mengeluhkan dampak meningkatnya biaya produksi.

Pasalnya, petani harus mengeluarkan ongkos 3 kali lipat saat mengangkut hasil panen. Karena harus memutar kendaraan.

Salah satu petani warga Kecamatan Sawahan, Dwi Susanto membenarkan dirinya harus mengeluarkan ongkos tiga kali lipat jika mengangkut hasil panen. Hal ini karena harus memutar menggunakan kendaraan roda empat. Padahal biasanya cukup menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen.

"Lha ini harus memutar naik disewakan kendaraan roda empat. Kalau naik motor sebagian buruh tani tidak berani karena tingginya tanjakan overpass," ungkap Dwi kepada detikcom, Sabtu (3/11/2018).

"Beroperasinya jalan tol di samping ads sisi positif dan negatif. Kalau positifnya pertumbuhan kabupaten Madiun bisa meningkat. Di sisi lain ada negatifnya petani mengeluh soal meningkatnya biaya produksi," kata Bupati Madiun H. Ahmad Dawami saat dihubungi.


Kondisi di lapangan saat ini, kata Kaji Mbing sapaan akrab Bupati Madiun, untuk mengangkut hasil panen para petani harus memutar lebih jauh. Para petani, lanjut Kaji, harus naik di atas tol melalui overpass yang tinggi.

"Kalau yang melewati jalan tol, baru yang punya mobil diuntungkan karena cepat sampai tujuan. Kan para petani naik tol harus memutar lebih jauh. Yang bisa melewati jalan tol kan yang hanya punya mobil saja," tambahnya.

Kaji Mbing menuturkan, dirinya akan mendesak pengelola jalan tol untuk memberikan ruang bagi kelompok petani atau masyarakat, agar memberikan ruang bagi petani untuk membangun rest area di jalan tol secara legal.

"Pengelolaan rest area ini bisa dilakukan badan usaha milik desa (BUMDes) yang dilewati jalan tol. Jadi nantinya kecamatan-kecamatan yang dilewati jalan tol antara Kecamatan Sawahan Madiun hingga Wilangan Nganjuk diberi ruang untuk membuat rest area," ungkapnya.


Dia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol terkait usulan tersebut.

"Ini bukan sebuah kompensasi. Tetapi harusnya saling mengerti. Keberadaan rest area di jalan tol jangan dikasihkan ke investor besar," tegas dia.

Pemkab Madiun sangat terbuka dengan investor yang akan menanamkan modalnya di kabupaten Madiun. Namun, dia menegaskan hanya menyediakan lahan pertanian yang tidak subur.

Dari data yang dihimpun detikcom ruas tol trans Jawa melewati 5 kecamatan di kabupaten Madiun. Yakni kecamatan Sawahan perbatasan dengan kabupaten Magetan, kemudian kecamatan Madiun, Balerejo, Pilangkenceng, Mejayan dan Saradan.

Saat ini sudah ada satu rest area yakni di kecamatan Saradan dan lahan milik perhutani. Rest area tersebut juga dalam pengelolaan perhutani KPH Saradan.


Saksikan juga video ' Tol Trans Jawa Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun 2018 ':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed