detikNews
Kamis 01 November 2018, 16:59 WIB

Hanya Butuh 1 Jam Komplotan Ini Bobol ATM dan Kuras Rp 673 Juta

Enggran Eko Budianto - detikNews
Hanya Butuh 1 Jam Komplotan Ini Bobol ATM dan Kuras Rp 673 Juta Foto: Enggran Eko Budianto/File
Mojokerto - Komplotan pembobol mesin ATM di minimarket Mojokerto, tergolong Profesional. Para pelaku membutuhkan waktu 1 jam menguras uang tunai Rp 673,7 juta menggunakan alat las.

Komplotan ini terdiri dari Ratno (38) warga Desa Krisik, Gandusari, Blitar, Irfan Feri Nugroho (39) dan Andik Pranoto (35), keduanya warga Rusun Penjaringansari, Rungkut, Surabaya, serta Yudianto (36), warga Rungkut, Surabaya yang kini masih buron.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, sebelum melancarkan aksinya, komplotan ini selama 2 hari mensurvei sasarannya. Yakni mesin ATM milik Bank BCA di dalam minimarket Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Trowulan.

Menurut dia, survei dilakukan tersangka Yudianto dan Irfan pada Selasa (16/10) pukul 20.00 WIB dan Rabu (17/10) pukul 10.00 WIB. Survei itu untuk memastikan cara masuk ke dalam minimarket dan letak kamera CCTV yang harus ditutup agar tak teridentifikasi.


Usai melakukan survei di hari ke dua, tersangka Yudianto dan Andik membeli peralatan las di kawasan Kenjeran, Surabaya. Yaitu berupa tabung oksigen ukuran 1 kubik, tabung elpiji kemasan 3 Kg, blender dan cat semprot.

Baru pada Jumat (19/10) sekitar pukul 18.00 WIB, keempat tersangka berangkat bersama dari Surabaya menuju ke rumah istri Yudianto di Gedeg, Mojokerto.

"Mereka transit di rumah itu sambil menunggu minimarket tutup. Sekitar pukul 00.00 WIB mereka menuju ke lokasi," kata Leonardus saat jumpa pers di lokasi kejadian, Kamis (1/11/2018).

Pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 00.30 WIB, tersangka Ratno dan Irfan masuk ke dalam minimarket Dusun Jatisumber dengan menjebol plafon. Keduanya memanjat ke atap melalui sisi kanan minimarket yang bersebelahan dengan rumah kosong.

Sementara Yudianto dan Andik menunggu di luar sembari memantau situasi. Sebelum menjalankan aksinya, Ratno dan Irfan lebih dulu menutup 7 kamera CCTV minimarket dan 1 kamera di mesin ATM dengan cat semprot warna hitam.


"Yang ahli mengelas adalah R (Ratno), dalam waktu satu jam dia bisa membuka paksa kotak uang di mesin ATM," ungkap Leonardus.

Sementara waktu yang dibutuhkan para tersangka untuk masuk, membobol mesin ATM, hingga keluar dari minimarket sekitar 1,5 jam. Mereka berhasil menguras uang tunai dari mesin ATM milik bank BCA senilai Rp 673,7 juta.

"Pelaku ini tergolong profesional, untuk membuka kotak uang dikerjakan R, ahli las yang tak bisa dikerjakan tersangka lain," terangnya.

Setelah 11 hari berlalu, aksi komplotan ini dibongkar polisi. Tersangka Ratno, Irfan dan Andik diringkus di Surabaya pada Rabu (31/10) dini hari. Kaki ketiganya ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Petugas juga menyita uang hasil curian Rp 55 juta.


Uang hasil curian Rp 673,7 juta baru dibagikan ke ketiga tersangka Rp 150 juta. Dengan rincian Rp 80 juta untuk Ratno, Rp 50 juta untuk Andik Pranoto, serta Rp 20 juta untuk tersangka Irfan Feri Nugroho. Sementara Rp 523,7 juta dibawa kabur oleh Yudianto.

Sementara tersangka Ratno mengaku baru sekali diminta oleh Yudianto untuk membobol mesin ATM. Perkenalannya dengan Yudianto terjadi di bengkel las di Surabaya tempat dia bekerja. Dalam aksi pencurian ini, dia dijanjikan imbalan Rp 150 juta.

"Saya baru terima Rp 80 juta. Saya masukkan ke rekening Rp 50 juta, yang Rp 30 juta untuk foya-foya di tempat hiburan malam," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed