Berawal dari Medsos Khofifah, Rubiah Akhirnya Ditangani Dinsos Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 30 Okt 2018 19:25 WIB
Rubiah dijemput tim JSC untuk dibawa ke RS. (Foto: Istimewa)
Surabaya - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengaku awalnya tak mengetahui permasalahan yang menimpa Rubiah (75), wanita pengidap kusta yang tinggal sebatang kara di Ponorogo.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Sukesi mengaku tentang keberadaan Rubiah dari media sosial milik mantan Menteri Sosial yang juga Gubernur Terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah mendapatkan kabar dari warganet yang kemudian dilanjutkan kepada Sukesi. Dari sinilah Sukesi meneruskan informasi ini ke grup JSC (Jatim Social Care).

"Saya mendapat kiriman medsos dari Ibu Khofifah. Lalu kiriman medsos Ibu saya kirim ke grup JSC atau tim reaksi cepat Dinsos provinsi untuk melakukan penjangkauan di wilayah Ponorogo dan sekitarnya," papar Sukesi saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (30/10/2018).


Setelah itu, lanjut Sukesi, timnya langsung menuju ke Dusun Balong, Desa Pulosari, Kecamatan Jambon di mana Rubiah tinggal. Sesampainya di lokasi, tim JSC melakukan pendataan dan meminta keterangan dari tetangga hingga kepala desa setempat.

"Tim JSC melakukan penjangkauan sesuai alamat. Setelah sampai di lokasi, tim JSC melakukan assessment, termasuk minta keterangan kepada tetangga sekitar, kades, petugas polindes yang biasa merawat mbah Rubiah," tuturnya.


Berawal dari Medsos Khofifah, Rubiah Akhirnya Ditangani Dinsos JatimRubiah di RS Kusta Sumberglagah, Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Tak hanya itu, tim JSC juga berkoordinasi dengan Dinsos Ponorogo untuk memberikan pengobatan. Dari situ kemudian muncul kesepakatan jika baiknya Rubiah dirawat ke RS Kusta Sumberglagah yang berlokasi di Mojokerto.

"Setelah itu kontak ke Kadinsos Ponorogo, untuk koordinasi. Berdasar kesepakatan dengan Dinsos Ponorogo mbah Rubiah kami bawa untuk dirawat ke RS Kusta Sumberglagah Mojokerto," tambah Sukesi.

Lantas sampai kapan Rubiah akan dirawat? Sukesi mengaku masih belum dapat memastikannya karena masih menunggu perkembangan kondisi Rubiah selama dirawat.

"Berapa lamanya kami tidak bisa menentukan, tergantung RS Kusta yang merawat," katanya.


Sementara itu, jika nanti sudah diperbolehkan pulang, Rubiah akan diberikan rehabilitasi sosial di UPT Bina Lara Kronis milik Dinsos yang berlokasi di Tuban. Biaya perawatan juga akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov.

"Setelah mbah Rubiah diperbolehkan pulang maka selanjutnya akan kami lakukan rehabilitasi sosial di UPT Bina Lara Kronis Dinsos provinsi yang ada di Tuban dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Jatim melalui Dinsos," lanjutnya.

Namun hingga kini, Sukesi mengaku belum ada anggota keluarga Rubiah yang menjenguk nenek ini. Ia mengaku selama ini Rubiah hanya dirawat tetangga dan pegawai polindes.

"Mbah Rubiah adalah lansia terlantar, tidak punya keluarga, yang selama belum kami temukan dirawat oleh tetangganya dan rutin pegawai polindes datang untuk merawat beliau," pungkasnya. (lll/lll)