Pilu Rubiah, Nenek Pengidap Kusta di Ponorogo yang Tinggal Sendiri

Charolin Pebrianti - detikNews
Selasa, 30 Okt 2018 07:17 WIB
Rubiah tinggal di rumahnya seorang diri. (Foto: Charolin Pebrianti)
Rubiah tinggal di rumahnya seorang diri. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Sudah 25 tahun Rubiah mengidap kusta. Dan karena kondisinya itu, ia terpaksa hidup sendirian di rumahnya, Dusun Balongan, Desa Pulosari, Kecamatan Jambon.

Tak banyak aktivitas yang dilakukan Rubiah. Setiap hari, ia hanya duduk-duduk di dalam rumah petak sederhana berukuran 5 x 10 meter persegi itu.

"Biasanya kan bosan di dalam kamar. Keluar kamar dengan cara mengesot. Kakinya sudah nggak bisa buat jalan," tutur salah satu saudaranya, Munajat kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Senin (29/10/2018).

Munajat menambahkan, sebenarnya wanita berusia 75 tahun itu baru kehilangan kemampuannya untuk berjalan sekitar satu bulan belakangan. Namun Rubiah berusaha untuk bisa menggerakkan badannya, walaupun harus ngesot.


Selain kusta, Mbah Rubiah juga mengidap penyakit lain. Di antaranya mata sebelah kanan yang menganga berwarna merah, namun bola matanya berwarna putih. Di kepala belakang bagian kanannya juga terdapat benjolan, bahkan mulutnya mengerut ke samping.

"Jari tangan dan kaki sudah habis kena kusta, bahkan ada beberapa luka kusta yang belum mengering," tambah Munajat.

Tak hanya kondisinya yang mengenaskan, rumah Rubiah sebenarnya adalah rumah 'pinjaman'. Pemilik rumah adalah tetangganya yang berbaik hati membuatkan tempat tinggal sederhana untuk ditinggali Rubiah dan ibunya.

Isi rumah ini juga seadanya, bahkan perabotannya jauh dari kata layak. Hanya ada 1 dipan, 1 meja, 1 bangku dan 1 tungku kompor untuk memasak.

Kendati demikian, para tetangga juga berbaik hati menolong Rubiah, meski tidak merawat secara langsung. Warga bergantian memberi makan mbah Rubiah.

"Dulu pas masih bisa berjalan, orang biasanya ngasih uang terus buat belanja. Dimasak sendiri, sekarang nggak bisa. Jadi dikasih makanan langsung dimakan," papar Munajat.


Akibat bekas luka kusta yang belum mengering, tak jarang Mbah Rubiah tidak mau mengenakan baju karena takut lukanya tersentuh kain dan merasakan sakit.

"Jadi kalau di rumah jarang pakai baju, soalnya mengeluh sakit kalau dipakaikan baju," lanjutnya.

Ditanya soal ketersediaan obat, Munajat mengaku hanya memberi obat seadanya seperti salep dan antiseptik yang dibeli di apotek.

"Biasanya saya belikan di apotek. Saya sendiri nggak tahu obatnya apa," pungkasnya. (lll/lll)