DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 16:36 WIB

Bupati Banyuwangi Presentasi di Depan Tim Panelis Geopark Nasional

Ardian Fanani - detikNews
Bupati Banyuwangi Presentasi di Depan Tim Panelis Geopark Nasional Anas presentasi di hadapan tim panelis geopark nasional. (Foto: Istimewa)
Banyuwangi - Upaya menjadikan Banyuwangi sebagai kawasan Taman Bumi atau geological park (geopark) nasional terus dilakukan. Setelah membentuk Tim Badan Pengelola Geopark, jajaran Pemkab Banyuwangi juga menyampaikan presentasi di hadapan tim panelis geopark nasional di Jakarta.

"Alhamdulillah, kami sudah presentasi di hadapan tim panelis. Semoga proses ke depan lancar sehingga jika sudah ditetapkan sebagai geopark akan semakin memperkuat konsep ekoturisme yang dikembangkan Banyuwangi. Kami cukup optimistis," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (24/10/2018).


Anas mempresentasikan keunggulan tiga situs di Banyuwangi yang dinilai mempunyai keunikan geologis, di antaranya yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, dan Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

Fenomena api biru (blue fire) yang ada di Banyuwangi disebut sebagai salah satu yang terluas dan terasam di dunia. Sedangkan Pulau Merah merupakan sisa dari perjalanan magma di bawah gunung api purba. Singkapan batuan di Pulau Merah sangat ideal dijadikan laboratorium geologi dunia untuk mempelajari proses alterasi dan mineralisasi emas tembaga.

Jejak geologi di dalam Gua Istana yang berada di TN Alas Purwo juga menggambarkan bahwa daerah tersebut merupakan laut dangkal yang mengalami proses geologi sampai menjadi daratan.

"Ketiga karakteristik geologi ini dikombinasikan menjadi ciri khas dan identitas Geopark Banyuwangi," tegas Anas.


Anas menambahkan penetapan geopark ini juga akan melengkapi status Blue Fire Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Geopark Banyuwangi juga didukung keberagaman hayati (biodiversity) dan cultural diversity. Ia pun mencontohkan, di kawasan Ijen terdapat 14 jenis flora dan 27 fauna dengan 6 jenis mamalia. Adapun TN Alas Purwo merupakan rumah bagi 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi dan 48 jenis reptil.

"Dengan segala kekhasan yang kami miliki mulai dari geologi, flora dan fauna, hingga warisan budaya, maka kami sejak awal telah mengangkat ekoturisme sebagai dasar pengembangan pariwisata kami," harapnya.


Saksikan juga video 'Asyik! UNESCO Akui Lagi 2 Geoparks Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed