Nelangsa Zaki, Tubuhnya Tinggal Tulang dan Kulit karena Bronkitis

Nelangsa Zaki, Tubuhnya Tinggal Tulang dan Kulit karena Bronkitis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 12:52 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Nasib Muzaki Aditya Pratama (9) tak seberuntung anak-anak lainnya. Sejak usia 11 bulan, ia mengidap bronkitis atau infeksi saluran pernafasan yang membuat tubuhnya kini tinggal tulang dan kulit.

Karena kondisinya tersebut, Zaki hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Untuk bisa bertahan hidup, anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Mariyadi (35) dan Asmaul Husna (27) ini pun harus bergantung kepada ibunya.

Husna mengungkapkan, pada awalnya Zaki hanya menderita batuk dan pilek biasa.

"Disedot ingusnya sama anak-anak sekolah sampai keluar darahnya, matanya ke atas. Setelah itu tak bisa apa-apa," kata Husna saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Rabu (24/10/2018).


Berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), Husna pun membawa Zaki ke rumah sakit. Ayah Zaki sendiri hanya seorang buruh tani dengan penghasilan yang tak menentu.

Di rumah sakit, dokter akhirnya mendiagnosis warga Dusun Grugo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang itu divonis mengidap bronkitis dan radang paru-paru. Bahkan infeksi itu juga telah menyerang saraf otaknya.

"Saat itu masuk ruang ICU selama 22 hari. Pulang sudah tak normal, tangannya ke belakang. Awalnya diterapi, setelah itu tidak. Akhirnya saya rawat di rumah saja," ungkapnya.

Namun Husna menegaskan ia terpaksa membawa anaknya pulang bukan karena buruknya layanan rumah sakit. Husna berdalih merasa iba pada putranya jika terlalu sering dibawa perjalanan jauh.

"Jadi tiap pagi saya kenakan sinar matahari. Kalau badannya panas saya bawa ke puskesmas, dikasih obat," terangnya.

Menurut Husna, hanya keajaiban Tuhan yang bisa membuat Zaki kembali normal. Kendati begitu, ia berharap setidaknya berat badan Zaki bisa bertambah serta bisa duduk sendiri.

"Karena kata dokter sudah tak bisa kembali normal," imbuhnya.


Sementara itu Kepala Desa Madiopuro, Suwito Hadi mengaku sudah berupaya membantu pengobatan Zaki. Namun keluarga menolak.

"Pernah kami bawa ke rumah sakit, keluarganya minta pulang paksa. Besoknya dibawa ke Puskesmas Sumobito, difasilitasi, diistimewakan, minta pulang lagi ke rumah," tuturnya dengan nada kesal.

Kini Pemerintah Desa Madiopuro menyerahkan pilihan pengobatan untuk Zaki kepada keluarganya. Menurut Hadi, pihaknya juga tetap berupaya memantau kondisi Zaki bersama petugas Puskesmas Sumobito.

"Pihak desa membiarkan tak tega, ditangani kok keluarganya seperti ini. Keputusan kami, sudah kemauan keluarganya seperti apa," pungkasnya. (lll/lll)