DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 12:38 WIB

Dicurigai Curanmor, Dua Pria asal Bondowoso Babak Belur Dimassa

Ghazali Dasuqi - detikNews
Dicurigai Curanmor, Dua Pria asal Bondowoso Babak Belur Dimassa Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Dua warga asal Bondowoso nyaris meregang nyawa. Keduanya ditangkap dan dihajar massa di Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus, karena dicurigai pelaku pencurian sepeda motor (curanmor).

Emosi warga tak terbendung, setelah tahu keduanya membawa peralatan curanmor, seperti kunci T dan senjata tajam jenis parang. Sebab di daerah itu selama ini konon sering terjadi aksi pencurian motor.

Beruntung, aparat kepolisian yang berada di lokasi kejadian cukup sigap mengamankan kedua warga Bondowoso, bernama Bambang Heru (48) dan Muhammad Shaleh (30). Keduanya langsung digiring ke Mapolres Situbondo, untuk diinterogasi.

Hasilnya, keduanya mengakui jika kedatangan mereka ke Kecamatan Asembagus untuk melakukan aksi curanmor. Semua peralatan, baik kunci T maupun senjata tajam yang dibawa, diakui sebagai milik pelaku Bambang yang sengaja dibawa dari rumahnya.

"Bahkan, pelaku atas nama Bambang akhirnya juga mengakui pernah melakukan aksi curannmor jenis Honda Beat bersama temannya yang lain di wilayah Asembagus. Temannya ini juga sudah kami tangkap," kata Kasat Resktim Polres Situbondo, AKP Masykur kepada detikcom, Selasa (23/10/2018).

Dari penangkapan dua pelaku tadi, Unit Resmob Wilayah Timur dan Tengah memang langsung melakukan pengembangan. Di antaranya dengan meringkus Abdul Rahman (39), di rumahnya Kecamatan Wonosari Bondowoso. Tersangka ini adalah kawanan Bambang Heru saat menggasak motor jenis Honda Beat N 3299 TAJ, milik seorang pensiunan TNI bernama Imam Syafi'i (55).

Sepeda motor itu digasak kedua pelaku, saat diparkir di teras rumahnya dalam kondisi dikunci setir, lalu ditinggal salat berjamaah oleh pemiliknya. Oleh kedua pelaku, motor curian itu sudah dilego seharga Rp 2 jutaan kepada seseorang di wilayah Jember.

"Kasus curanmor ini masih terus dikembangkan. Hari ini rencana kita akan geledah rumah tersangka Bambang dan Abdul Rahman," papar perwira polisi asal Bangil Pasuruan itu.

Katerangan detikcom menyebutkan, terungkapnya kasus curanmor ini berawal dari kecurigaan warga Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus, terhadap gerak-gerik Bambang Heru dan M Shaleh, Senin (22/10) sore.

Keduanya terlihat seliweran di daerah tersebut. Curiga mereka pelaku kejahatan, salah satu warga pun segera mengontak polisi. Mendengar itu, serombongan anggota Unit Resmob Timur langsung bergegas menuju lokasi. Begitu tiba, polisi segera bermaksud menegur keduanya.

Namun, saat didekati polisi keduanya malah kabur ke areal persawahan tanaman jagung. Tak mau kecolongan, polisi segera mengejarnya. Sempat terjadi duel di area persawahan antara anggota polisi dengan kedua pelaku. Namun, polisi yang terlatih dengan cepat berhasil meringkus keduanya. Benar saja, saat digedelah polisi mendapati keduanya membawa kunci T dan senjata tajam.

Warga yang mengetahui itu langsung emosi, hingga beramai-ramai menghajar keduanya. Warga nekat menerobos brikade polisi demi memukuli kedua pelaku. Beruntung, anggota Resmob dengan bisa cepat mengamankan kedua pelaku dan langsung dibawa ke Mapolres Situbondo.

"Namun dari hasil gelar, satu pelaku atas nama Muhammad Shaleh ini akhirnya kami pulangkan. Statusnya juga hanya sebagai saksi. Karena selain belum melakukan, semua peralatan itu ternyata milik pelaku Bambang," tandas AKP Masykur.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed