DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 16:43 WIB

Tak Ingin Santri Hanya Bisa Mengaji, Ini Harapan Gus Ipul

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Tak Ingin Santri Hanya Bisa Mengaji, Ini Harapan Gus Ipul Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Memperingati Hari Santri Nasional, salah satu Ketua PBNU Saifullah Yusuf memiliki pesan khusus kepada para santri. Ini karena baginya santri seharusnya tidak hanya bisa mengaji saja.

Bagi pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, selain pintar mengaji dan cinta NKRI, santri milenial atau santri zaman now harus memiliki peran di bidang ekonomi, terlebih ekonomi keumatan yang dimulai dari desa-desa.

"Dengan Hari Santri saya berharap bisa memotivasi kaum santri berbuat lebih keras lagi. Santri itu ngajine mempeng, cinta NKRI dan menurut Pak Rhenald Kasali santri harus ikut menggerakkan ekonomi," ujar Gus Ipul ditemui di kantornya di Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (22/10/2018).


Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga mendukung program Presiden Jokowi dalam programnya memberi beragam pelatihan kepada santri. Mulai tahun ini, Gus Ipul menambahkan Jokowi akan mendirikan 1.000 lembaga pelatihan di pesantren.

"Presiden ingin memperkuat pendidikan keterampilan pesantren, jadi harapannya nanti santri itu paham agama dengan baik, berakhlak kemudian juga punya cukup ilmu menguasai teknologi dan juga punya keterampilan. Itulah santri zaman sekarang atau santri zaman now," lanjutnya.

Gus Ipul juga mengedepankan jika santri juga memiliki etos kerja yang ulet, sopan dan suka bergotong royong. Keunggulan ini akan lebih baik jika bisa dioptimalkan untuk meningkatkan ekonomi di pedesaan.

"Kalau santri bisa menggerakkan ekonomi di pedesaan tentu bagus sekali. Santri turun ke desa terlibat langsung dalam ekonomi pedesaan," katanya.


Ditanya mengapa harus ekonomi pedesaan? Gus Ipul mengatakan dirinya memiliki alasan tersendiri. Menurutnya, jika ekonomi pedesaan bisa maju, tentu akan mempersempit kesenjangan dengan kota.

"Intinya untuk menggerakkan ekonomi, jika sudah lulus, mereka bisa menjadi penyuluh dan otomatis menggerakkan ekonomi desa. Kalau desa maju, bisa mempersempit kesenjangan dengan kota," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed