DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 14:20 WIB

Dear Sri Mulyani, Ada Surat dari Pelajar SD di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Dear Sri Mulyani, Ada Surat dari Pelajar SD di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pelajar SDN Model Banyuwangi, tampak sibuk menulis surat kepada Menkeu Sri Mulyani. Mereka bebas bertanya dan memberikan dukungan kepada Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.

"Selamat pagi bu Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, kami selalu berharap Indonesia menjadi negara kaya seperti negara di Eropa. Meski dolar naik, kita berharap Indonesia selalu kuat di bidang ekonominya," ujar Tiffani, salah satu pelajar yang membacakan surat untuk menkeu, Senin (22/10/2018).

Lain lagi dengan Ronny, pelajar kelas 6 ini bertanya kepada Menkeu Sri Mulyani tentang mata uang rupiah. "Bu menteri, saya mau bertanya. Kenapa kita pakai mata uang rupiah bu? Kenapa tidak pakai dolar atau poundsterling?" ujarnya di depan kelas.

Surat untuk Sri Mulyani ini, merupakan bagian dari pelajaran yang diberikan staf Kementerian Keuangan, yang saat ini sedang turun ke sekolah-sekolah untuk mengajar dalam program Kemenkeu Mengajar 3.

Berbagai unsur dari Kementerian Keuangan, seperti Pajak, Perben, Bea Cukai dan DJKL serta relawan, turun langsung memperkenalkan kemenkeu kepada anak usia dini. Untuk kali ini, SDN Model Banyuwangi menjadi sasarannya.

"Mereka kita beri tugas untuk menulis surat untuk Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani. Apa harapan mereka untuk ekonomi Indonesia dan bebas bertanya apa saja tentang Kemenkeu," ujar Kepala Kanwil DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor, kepada detikcom.

Sebelumnya, kata Neilmaldrin, dalam program Kemenkeu Mengajar 3 ini, mereka menjelaskan apa itu Kementerian Keuangan. Mulai tugas dan fungsi serta bagaimana Kementerian Keuangan bekerja.

"Kita kenalkan Kementerian Keuangan dengan bahasa yang sederhana agar dimengerti oleh anak-anak usia dini. Kita harapkan ajang ini akan mereka ingat dan akan bisa memberi semangat untuk meraih cita-cita," tambahnya.

Menurut Neilmaldrin, dalam program Kemenkeu Mengajar 3 ini, staf Kemenkeu juga memetik hikmah menjadi guru sehar. Menurutnya mengajar lebih susah dibandingkan dengan memberi pelayanan di kantor.

"Kita memetik hikmah dari mengajar ini. Ternyata mengajar ini tidak hanya butuh kesabaran. Tapi juga butuh perhatian selama awal mengajar hingga akhir," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed