DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 13:39 WIB

Usai Bentrok, Warga di Sidoarjo Ini Tolak Kedatangan Pendatang

Amir Baihaqi - detikNews
Usai Bentrok, Warga di Sidoarjo Ini Tolak Kedatangan Pendatang Warga pendatang asal NTT menumpang di musala Polsek Waru (Foto: Amir Baihaqi)
Sidoarjo - Usai bentrokan warga dan pendatang di Tambak Sawah, Waru, tersiar kabar warga setempat menolak kehadiran warga pendatang khususnya yang berasal dari NTT.

Saat ditemui detikcom, Sekretaris Desa (Carik) Tambak Sawah Qomari (54) membenarkan bahwa warga setempat untuk sementara tidak menginginkan pendatang kembali lagi.

"Bukan menolak, tapi kami antisipasi saja kalau-kalau nanti terjadi tawuran lagi," kata Qomari kepada detikcom di kantor balai desa, Senin (22/10).


Apalagi, Qomari melanjutkan, warga pendatang ini dikenal arogan. Ia mengkhawatirkan warga lokal kembali terprovokasi karena ulah mereka. Karena di Tambak Sawah termasuk daerah rawan tawuran.

"Dulu tahun 2016 malah antar desa. Desa Tambak Sawah dengan Tambak Rejo," kata Qomari.

"Untuk itu kami menghimbau agar warga pendatang yang terlibat bentrok agar tidak kembali ke Tambak Sawah," lanjutnya.


Tidak ada data pasti berapa jumlah warga pendatang yang tinggal di Tambak Sawah. Karena memang rata-rata warga yang sudah menetap di Tambak Sawah adalah dulunya pendatang.

Para pendatang yang sudah menetap tersebut saat ini aman dan terbuka dengan siapa saja. Menurut Qomari warga masih kesal saja dengan peristiwa di kos milik Haji Tamyis yang dilakukan pendatang yang kos tersebut.

"Saya juga pendatang. Ada warga juga itu namanya Pak Nuri malah punya menantu dari NTT dan juga tinggal di sini. Jadi sebenarnya kami tidak menolak warga NTT atau pendatang," kata Qomari.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed