DetikNews
Minggu 21 Oktober 2018, 16:41 WIB

Menpar Kepincut Hotel di Banyuwangi, Seperti Apa?

Ardian Fanani - detikNews
Menpar Kepincut Hotel di Banyuwangi, Seperti Apa? Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Selain mengapresiasi wisata Banyuwangi, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengapresiasi okupansi hotel yang terus tumbuh di Banyuwangi.

Arief bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Saefullah Yusuf dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyempatkan diri meninjau Hotel Dialoog.

Hotel yang di soft-launching Bupati Banyuwangi tanggal 8 Agustus 2018 lalu itu, semakin mendukung amenitas alias infrastruktur penunjang pariwisata di Banyuwangi.

"Segmentasi dari Dialoog Hotel ini cukup berbeda dengan hotel-hotel yang telah ada di Banyuwangi. Ini akan memperkaya pilihan bagi para wisatawan, pebisnis, maupun masyarakat umum yang akan berwisata di Banyuwangi. Viewnya luar biasa, langsung bisa lihat Bali," ujar Arief saat mengunjungi Hotel Dialoog, Minggu (21/10/2018).

Saat ini, di Banyuwangi telah ada 61 hotel mulai dari kelas melati hingga bintang empat. Untuk hotel berbintang tiga dan empat sendiri, sudah terdapat 12 hotel.


Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pertumbuhan hotel tersebut tumbuh cukup ideal seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

Tahun lalu, jumlah wisatawan mancanegara 98.970. Sedangkan wisatawan domestik mencapai 4,8 juta.

"Okupansi rata-rata hotel di Banyuwangi dalam satu tahun mencapai 60 persen. Dalam kasus beberapa hotel berjejaring di Banyuwangi, justru okupansi mereka berada di atas okupansi hotel jaringannya secara nasional," terangnya.


Meski jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, lanjut Anas, pertumbuhan hotel di Banyuwangi bukan berarti tanpa kontrol. Tidak semua hotel yang mengajukan izin di Banyuwangi dapat direalisasikan. Pembangunan hotel baru harus tetap terkontrol.

"Kita batasi izin hotel baru di Banyuwangi agar tidak seperti di daerah wisata lain. Ketika ratusan hotel baru dibangun, ternyata okupansinya rendah, dan akhirnya perang harga tidak keruan," terangnya.

Hotel yang diizinkan pun, harus memenuhi kualifikasi tertentu. Mulai dari arsitekturnya yang mengadaptasi tradisi ataupun budaya lokal, juga harus hotel berbintang tiga ke atas.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed