DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 15:33 WIB

Temukan Alquran Mini Mirip Gantungan Kunci, Ini Sikap MUI Blitar

Erliana Riady - detikNews
Temukan Alquran Mini Mirip Gantungan Kunci, Ini Sikap MUI Blitar Foto: Istimewa
Blitar - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Blitar menemukan penjualan Alquran mini yang sangat laris. MUI Blitar tidak melarang, hanya mengimbau agar Alquran, walaupun mini, tetap harus diperlakukan dengan baik.

Alquran berukuran 3x4 cm ini dijual beragam. Yang ada tempatnya, dijual hanya Rp 5000 per biji. Sedangkan yang tanpa tempat, dijual seharga Rp 4000 per biji. Diujung Al Quran mini itu dikaitkan gantungan semacam untuk kunci.

Meski mini, Alquran ini bisa dibuka dan tertulis ayat-ayat Alquran juga di dalamnya dengan tulisan yang super kecil. Perlu sebuah kaca pembesar untuk membacanya.


Sebuah toko di Desa Bakung Kecamatan Udanawu diketahui mendapatkan kitab suci itu dari pedagang asesoris Surabaya. Karena lokasi toko dekat dengan lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs), maka penjualannya sangat laris. Apalagi, harganya sangat murah.

Namun, karena adanya kaitan tembaga bulat, MUI khawatir ada penyalahgunaan dalam pemanfaatannya.

"Kaitan tembaga berbentuk bulat itu bukan untuk gantungan kunci. Tapi untuk kita masukkan ke jari jemari. Kami khawatir ada penyalahgunaan itu," ujar Humas MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).


Menurut Jamil, harusnya meski kecil Alquran harus diperlakukan dengan mulia. Tidak boleh digunakan untuk gantungan kunci asesoris tas ataupun hal lain yg tidak sesuai. MUI Blitar, kata Jamil, tidak melarang memiliki Alquran mini karena Alquran dengan umat Islam ibarat ikan dengan air.

"Yang terpenting adalah, jangan sampai Alquran tidak dimuliakan. Dan ini juga penting, jangan sampai tindakan kita dinilai melecehkan agama," tegasnya.

Untuk itu MUI Kabupaten Blitar secara resmi mengeluarkan sikap dan imbauan terkait peredaran Al Quran mini sebagai berikut:

1. Al-Quran adalah Karunia dan Rahmat Allah SWT yang berisikan firman Allah yang mulia tinggi dan agung. Oleh karenanya kita wajib memuliakan Alquran dengan baik dan beradab serta menghormatinya lebih dari apapun dengan sikap, perilaku, adab, etika dan akhlak yang baik.

2. Mengimbau kepada pemilik, penjual dan siapapun juga untuk memperlakukan Alquran mini/kecil dengan baik dan tidak menggunakan Alquran untuk hal-hal yang akan mengurangi kemuliaan Alquran. Seperti menjadikan gantungan kunci, asesoris tas dan keperluan lain yang akan mengakibatkan kita berdosa dan melakukan pelecehan agama.

3. Menghimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi kejadian yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat guna menjaga kondusifitas wilayah.

4. Terkait dengan Alquran digital baik di ponsel maupun di komputer, diperlakukan sebagaimana mushaf Alquran manakala programnya sedang aktif/terbaca dilayar ayat-ayat Alquran namun ketika programnya tidak aktif/ layarnya gelap tidak diperlakukan sebagaimana Alqur'an.


Tonton juga video 'Penjelasan Kemenag soal Mushaf Alquran yang Dianggap Salah dan Sesat':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed