Kandang Ternak di Blitar Ludes Terbakar, Ribuan Ayam Terpanggang

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 19 Okt 2018 07:55 WIB
Foto: Istimewa
Blitar - Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kebakaran yang diduga akibat kebocoran gas elpiji 3 kg ini memanggang hidup-hidup ribuan ayam sayur, membakar sepeda motor serta stok pakan di dua bangunan.

Akibat kejadian ini, sang pemilik kandang Samsul Maarif menderita kerugian hingga sebesar Rp 700 juta.

Penuturan korban pada polisi, sekitar pukul 02.30 wib dini hari tadi, dia mendengar suara gas elpiji yang bocor. Tak hanya suara berdesis, namun korban juga sempat mendengar suara ledakan. Karena posisi rumahnya hanya 20 meter di selatan kandang, korbanpun bergegas lari menuju asal suara ledakan.

"Saat itu diketahui kandang ayam sayur yang bagian tengah telah terbakar separuh. Selanjutnya korban meminta tolong warga dan berusaha memadamkan api. Namun api semakin besar karena kandang terbuat dari kerangka kayu, atap esbes, dinding kayu bambu dan terpal serta pampang kayu bambu diisi atau dilapisi dengan sekam padi," jelas Kabag Humas Polres Blitar Iptu M Burhan dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/10/2018).

Api melahap 2 bangunan kandang ayam. Masing masing berukuran panjang 40 m x12 m dan ukuran 40 m x 7 m . Kobaran api juga menghabiskan isi satu gudang kandang tengah. Bagian tengah itu berisi anak ayam sayur sejumlah 10 ribu dan kandang selatan berisi 7 ribu anak ayam yang masih berumur 3 hari.

Tak hanya memanggang hidup-hidup anak ayam, namun api juga menghanguskan 120 sak pakan ayam, 1 buah motor Rx king nopol AG 6397 KB, 1 buah diesel Dong Feng, serta 60 gas tabung lpg 3kg. Sebanyak 52 tabung gas masih penuh dan 8 tabung kosong, serta alat alat peternakan.

"Kerugian yang diderita korban, ditafsir sekitar Rp 700 juta," jelas Burhan.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 wib dibantu 1 unit mobil pemadam kebakaran. Hasil penyelidikan sementara polisi, penyebab kebakaran dimungkinkan karena regulator gas yang digunakan sebagai pemanas anak ayam bocor dan akhirnya terjadi kebakaran.

"Dugaan penyebab kebakaran berasal dari regulator gas yang digunakan sebagai pemanas anak ayam sayur tersebut bocor dan diakui oleh korban," ungkap Burhan.

Banyaknya tabung gas elpiji 3 kg yang terdapat di kandang itu mengungkap fakta, terkait kelangkaan elpiji bersubsidi. Selama ini rumor elpiji diborong oleh peternak ayam tak pernah mendapat respon pihak terkait untuk melakukan sidak. (bdh/bdh)