DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 20:20 WIB

Pastikan Pencemar Sumur Warga, Dinas LH Tunggu Hasil Uji Lab

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pastikan Pencemar Sumur Warga, Dinas LH Tunggu Hasil Uji Lab Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Asal mula bahan bakar minyak (BBM) yang mencemari sumur warga Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Pungging, Mojokerto hingga kini masih menjadi teka-teki. Spekulasi adanya sumber minyak hingga adanya rembesan dari tangki pendam SPBU, disebut menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, sampel yang sudah diambil dari 5 sumur warga Dusun Panjer kini sedang diuji di laboratorium. Pengujian sampel tersebut untuk menentukan jenis minyak yang mencemari sumur warga.

Dia memperkirakan, hasil uji laboratorium akan keluar 25-26 Oktober mendatang. Berbekal hasil pengujian ini, DLH bakal bisa menentukan asal mula minyak tersebut.

"Kalau itu minyak mentah, bisa jadi ada sumber minyak di lokasi. Kalau ternyata BBM jadi, kemungkinan dari rembesan SPBU," kata Zainul saat dihubungi detikcom, Rabu (17/10/2018).


Jika melihat ciri fisik minyak yang mencemari sumur warga Dusun Panjer, lanjut Zainul, diduga kuat jenis BBM. Namun, pihaknya memilih menunggu hasil uji laboratorium.

Di samping itu, Zainul berharap Polres Mojokerto juga mememeriksa pembukuan stok BBM di SPBU Sawahan. Lantaran lokasinya berdekatan dengan sumur warga yang tercemar, pompa bensin ini disebut-sebut menjadi sumber pencemaran.

"Kalau memang diduga rembesan, SPBU pasti ada penyusutan antara BBM yang dikirim, terjual dan tersisa. Kalau susutnya banyak, betul itu rembesan," tandasnya.

Tercemarnya air sumur di belakang rumah Khoirudin ini terjadi sejak sebulan lebih. Namun, penjual nasi pecel itu baru menyadarinya 6 hari yang lalu.


Saat itu, dia terpaksa menimba secara manual air di sumurnya. Ternyata air sumur itu berwarna hijau dan beraroma seperti Pertalite.

Sejak saat itu, Khoridin tak berani menggunakan air sumur untuk mandi, mencuci, minum maupaun memasak. Untuk mandi dan mencuci, dia beralih ke air PDAM. Sementara untuk minum dan memasak, dia membeli air minum kemasan.

Kondisi serupa juga terjadi di sumur warga Dusun Panjer lainnya. Hanya saja air sumur warga lainnya tak sampai terbakar jika disulut dengan api. Diduga kandungan minyak di air sumur warga tak sebanyak di sumur Khoirudin.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed