DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 20:57 WIB

Tangki Pendam Diduga Cemari Sumur Warga, Ini Kata Teknisi SPBU

Enggran Eko Budianto - detikNews
Tangki Pendam Diduga Cemari Sumur Warga, Ini Kata Teknisi SPBU Teknisi SPBU Sawahan Nanang Rudianto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Bahan bakar minyak (BBM) yang mencemari air sumur warga Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Pungging, Mojokerto diduga kuat berasal dari rembesan tangki pendam SPBU Sawahan. Namun, sampai saat ini pengelola SPBU tersebut masih menyangkalnya.

Teknisi SPBU Sawahan Nanang Rudianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan di area SPBU. Mulai dari tangki pendam, sumur pantau, hingga penangkap limbah minyak (oil catcher).

Hasilnya, dia memastikan tak ada kebocoran atau rembesan BBM dari tangki pendam. Menurut dia, penyusutan BBM di dalam tangki pendam masih dalam batas normal.

"Kami belum bisa berasumsi ke situ (terjadi kebocoran tangki pendam). Kami cek tangki pendam SPBU, di sumur pantaunya bersih, oil catcher kering," kata Nanang kepada wartawan saat mengambil sampel air dari sumur Khoirudin (35), Selasa (16/10/2018).


Nanang menjelaskan, SPBU Sawahan mempunyai 4 tangki pendam yang masing-masing berkapasitas 30 ribu liter. Tangki-tangki itu untuk menampung stok BBM jenis Pertamax, Premium, Pertalite, dan Solar.

"Untuk sementara belum kami temukan kebocoran di tangki pendam. Karena penjualan kami normal, kalau memang susut jelasnya kami tak bisa jualan, tapi nanti kami cek lagi," terangnya.

Berdasarkan ciri fisik air sumur Khoirudin, tambah Nanang, minyak yang mencemarinya merupakan jenis gasolin. Sampel air yang dia ambil akan digunakan untuk melengkapi laporan ke senior retail (SR) Pertamina.

"Dari baunya mirip gasolin, bisa Pertamax, Pertalite, atau Premium. Kalau dari warnanya cenderung ke Premium dan Pertalite," tandasnya.


Tercemarnya air sumur di belakang rumah Khoirudin ini terjadi sejak sebulan lebih. Namun, penjual nasi pecel itu baru menyadarinya 5 hari yang lalu.

Saat itu, dia terpaksa menimba secara manual air di sumurnya. Ternyata air sumur itu berwarna hijau dan beraroma seperti Pertalite.

Sejak saat itu, Khoirudin tak berani menggunakan air sumur untuk mandi, mencuci, minum maupun memasak. Untuk mandi dan mencuci, dia beralih ke air PDAM. Sementara untuk minum dan memasak, dia membeli air minum kemasan.

Kondisi serupa juga terjadi di sumur warga Dusun Panjer lainnya. Hanya saja air sumur warga lainnya tak sampai terbakar jika disulut dengan api. Diduga kandungan minyak di air sumur warga tak sebanyak di sumur Khoirudin.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed