DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 20:29 WIB

Sumur Warga Tercemar BBM Diduga Akibat Rembesan Tangki Pendam SPBU

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sumur Warga Tercemar BBM Diduga Akibat Rembesan Tangki Pendam SPBU Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Bahan bakar minyak (BBM) yang mencemari air sumur warga Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Pungging, Mojokerto diduga kuat berasal dari rembesan tangki pendam SPBU Sawahan. Pasalnya, jarak SPBU ini dengan rumah penduduk kurang dari 100 meter.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, aroma minyak yang mencemari sumur warga Dusun Panjer mirip dengan BBM jenis Pertalite, Pertamax atau Premium.

Untuk memastikannya, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mojokerto terhadap sampel air tanah warga.

"Hasil lab keluarnya dua minggu lagi," kata Fery kepada wartawan di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, Selasa (16/10/2018).


Fery menduga, BBM yang mencemari air sumur Khoirudin dan warga Dusun Panjer lainnya, berasal dari rembesan tangki pendam di SPBU Sawahan. Jarak SPBU ini kurang dari 100 meter dari sumur milik Khoirudin.

"Dugaan paling kuat SPBU, tapi barangkali di situ ada sumber minyak," ujarnya.

Kejadian serupa, kata Fery, pernah dialami Setyo Budi, warga yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari SPBU Sawahan. Sekitar setahun yang lalu, Budi mengeluh ke pengelola SPBU lantaran air di rumahnya beraroma seperti bensin.

"Saat itu tak sampai dibuktikan penyebab kontaminasi, sama SPBU dibiayai untuk pindah titik pengeboran airnya. Dibuat sumur bor baru di 3 titik, aman semua," terangnya.


Tercemarnya air sumur di belakang rumah Khoirudin ini terjadi sejak sebulan lebih. Namun, penjual nasi pecel itu baru menyadarinya 5 hari yang lalu.

Saat itu, dia terpaksa menimba secara manual air di sumurnya. Ternyata air sumur itu berwarna hijau dan beraroma seperti Pertalite. Bahkan air sumur tersebut langsung terbakar saat disulut dengan api.

Sejak saat itu, Khoridin tak berani menggunakan air sumur untuk mandi, mencuci, minum maupaun memasak. Untuk mandi dan mencuci, dia beralih ke air PDAM. Sementara untuk minum dan memasak, dia membeli air minum kemasan.

Kondisi serupa juga terjadi di sumur warga Dusun Panjer lainnya. Hanya saja air sumur warga lainnya tak sampai terbakar jika disulut dengan api. Diduga kandungan minyak di air sumur warga tak sebanyak di sumur Khoirudin.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed