DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 12:23 WIB

Begini Suka Duka Ipda Rochmat Jadi Orang Tua 79 Anak Asuh

Sugeng Harianto - detikNews
Begini Suka Duka Ipda Rochmat Jadi Orang Tua 79 Anak Asuh Helmiyah melepas keberangkatan anak-anak asuhnya sekolah. (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Ipda Rochmat Tri Marwoto, anggota Brimob Detasemen C Pelopor Polda Jatim karena kepedulian sosialnya diapresiasi banyak pihak. Bagaimana tidak, ia rela menjadi orang tua asuh bagi puluhan anak di Madiun.

Dari cerita Ipda Rochmat, ia sudah mulai mengambil anak asuh sejak tahun 2007. Tercatat jumlah anak asuhnya telah mencapai 79 anak. Namun kini tinggal 20 anak yang tinggal dan diasuh di rumahnya di Dusun Jati Desa Klagenserut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun.

"Dari 20 anak itu, dua di antaranya masih balita jadi harus diurus sama istri," tandasnya saat memulai perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/10/2018).

Sisanya, anak-anak asuh Ipda Rochmat dan istrinya, Helmiyah sudah duduk di bangku SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.


Baik Ipda Rochmat maupun Helmiyah memang kompak dalam mengasuh anak-anak tersebut. Bahkan Helmiyah mengaku senang rumahnya tak terasa sepi karena keberadaan mereka.

"Sukanya jadi ada temannya di rumah, tidak sepi. Anak-anak asuh buat saya jadikan teman sharing, cerita, belanja," timpal Helmiyah.

Apalagi ibu satu anak ini memang tak suka keluar rumah. "Soalnya saya sendiri aslinya ndak suka keluar rumah alias betah di rumah. Paling keluar ke kebun bersama pak Rochmat cari buah yang bisa dipanen untuk dijual," katanya.

Diakui Helmiyah, tidak mudah menjadi orang tua asuh bagi 18 anak yang masih duduk di bangku sekolah. Untuk itu, ia dan suaminya harus memutar otak, salah satunya dengan membuka usaha sampingan, yaitu kios buah dan toko kelontong.

Beban itu terasa saat anak-anak asuhnya mulai meminta uang pembayaran iuran sekolah. Dalam sebulan, Helmiyah menyebut pengeluaran untuk SPP dan uang jajan serta transportasi mereka mencapai Rp 4 juta.

"Sebenarnya bukan beban sih, cuma perlu ekstra berpikir waktu bayar SPP. Tapi memang sudah kewajiban kita sebagai orang tua, alhamdulillah pasti ada rezekinya," tuturnya.


Begini Suka Duka Ipda Rochmat Jadi Orang Tua 79 Anak AsuhAnak asuh Ipda Rochmat tampak merapikan tempat tidur mereka. (Foto: Sugeng Harianto)

Lain Helmiyah, lain pula kata Ipda Rochmat. Sebagai bapak asuh, ia harus menghadapi berbagai karakter anak.

"Setiap anak memang beda karakternya, ada yang nurut ada yang keras kepala, semua saya hadapi. Terbukti yang sukses anak asuh saya berhasil jadi polisi satu," ungkap pria berusia 41 tahun ini.

Namun diakui Ipda Rochmat, ada pula sebagian anak asuhnya yang harus pergi karena tidak bisa menaati peraturan di rumah. Menurutnya, anak-anak yang bandel itu rata-rata sudah terpengaruh pergaulan yang salah.

"Yang bandel biasanya sudah terpengaruh pergaulan dan mengenal pacaran. Rata-rata mereka SLTA. Untuk SD dan SLTP masih bisa nurut," katanya.


Di rumahnya yang berdiri di lahan seluas sekitar 700 meter persegi, Ipda Rochmat membuatkan dua kamar khusus untuk anak laki-laki dan perempuan.

Kamar-kamar itu berukuran 12x6 meter. Di setiap kamar terdapat lantai yang ditinggikan hingga 40 cm yang berfungsi sebagai tempat tidur. Namun sebagian anak asuh laki-laki memilih tidur di kios buah sembari membantu Helmiyah berjualan.

Setiap pagi, mereka selalu bangun pada pukul 04.30 WIB untuk menjalankan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, mereka berbagi tugas, di mana anak perempuan biasanya membantu Helmiyah memasak dan membersihkan rumah, sedangkan anak laki-laki membersihkan halaman rumah dan membuka toko yang berjarak sekitar 4 km dari rumah.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed