DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 17:15 WIB

Ternak Tokek Hias, Pemuda Mojokerto Raup Rp 7 Juta Tiap Bulan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Ternak Tokek Hias, Pemuda Mojokerto Raup Rp 7 Juta Tiap Bulan Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Berbeda dengan tokek pada umumnya, tokek jenis Leopard Gecko ini punya warna kulit yang beragam. Bentuknya yang lucu dan karakternya yang jinak membuat tokek asal Pakistan ini pun digandrungi pecinta reptil tanah air.

Peluang ini lantas dimanfaatkan Yoseph Dio (23) untuk mendulang rupiah. Dibantu rekannya Devy Putri (26), lulusan pendidikan Sastra Inggris ini mengelola sebuah peternakan gecko atau tokek hias di rumahnya yang sederhana di Kemasan gang 5, Kelurahan Blooto, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Yoseph mengaku memulai budidaya gecko ini sejak tahun 2015 silam. Dijelaskan Yoseph, gecko yang dikembangbiakkannya berbeda dengan tokek biasa, terutama warna kulitnya, mulai dari putih, merah muda, hijau, kuning, hingga krem.

"Beragam warna tokek hias atau gecko ini dari hasil kawin silang, misalnya warna kuning dengan albino sehingga tercipta bentuk-bentuk baru yang bagus. Jadi bukan hasil suntikan," kata Yoseph kepada wartawan, Senin (15/10/2018).


Ternak Tokek Hias, Pemuda Mojokerto Raup Rp 7 Juta Tiap BulanFoto: Enggran Eko Budianto

Selain warna kulitnya yang beragam, gecko yang dibudidayakannya juga mempunyai karakter berbeda dengan tokek biasa. Salah satunya, tokek hias ini tak bisa memanjat tembok serta tak menggigit manusia sehingga menjadi teman bermain yang asyik bagi para pecinta reptil.

Yoseph pun mengaku tak membutuhkan banyak ruang untuk membudidayakan gecko-gecko itu. Ia hanya menyediakan kotak semi transparan sebagai kandang bagi gecko-geckonya. Terhitung sudah puluhan kotak yang ada di rumah Yoseph.

Biaya perawatan geckonya pun tergolong murah. Agar tokek hias itu selalu sehat, pemelihara cukup memberi makan berupa jangkrik dan air matang untuk minumnya.

"Gecko ini hampir tak mengelurkan bunyi seperti tokek biasa. Bagian ekornya agak besar untuk menyimpan cadangan makanan," ungkap pemuda berkacamata ini.

Tak sekadar memelihara, di peternakan miliknya, Yoseph dan Devy juga mengembangbiakkan gecko. Di sudut ruang tamu lainnya, terdapat rak khusus untuk menetaskan telur tokek hias.

"Setiap betina indukan dalam setahun hanya mampu bertelur 2-10 butir. Kami buatkan media khusus supaya telurnya menetas semua," tuturnya.


Dengan tingginya minat pecinta reptil Indonesia terhadap tokek hias ini, Yoseph pun mengaku kerap melayani pembeli tokek hias dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Banjarmasin.

Harganya juga beragam. Untuk mengadopsi reptil lucu ini, pembeli cukup menyediakan dana antara Rp 120 ribu hingga Rp 2,5 juta. "Harga Gecko tergantung motif, ukuran dan tren di dunia reptil," tegasnya.

Pemuda pecinta reptil ini pun mengaku sempat terpuruk pada awal memulai bisnisnya. "Awalnya saya beli 17 ekor indukan gecko seharga Rp 5 juta, sempat bangkrut karena mati semua. Saya coba lagi dengan membeli 10 ekor indukan seharga Rp 2,5 juta. Bisa berkembang sampai sekarang," terangnya.

Namun keuletan membuatnya kini bisa merasakan manisnya berbinis tokek hias tersebut. "Omzet penjualan Gecko saya saat ini rata-rata Rp 7 juta setiap bulannya," tutupnya.


Simak Juga 'Leopard Gecko, Tokek Cantik Bikin Kaya Mendadak':

[Gambas:Video 20detik]



(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed