DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 16:45 WIB

Kampung Wisata Kuliner di Banyuwangi Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif

Ardian Fanani - detikNews
Kampung Wisata Kuliner di Banyuwangi Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Selama ini Banyuwangi Festival rupanya mendongkrak sektor ekonomi kreatif di masyarakat. Desa dan kecamatan di Banyuwangi berlomba-lomba membuka destinasi wisata kuliner, untuk melengkapi destinasi lain.

Kali ini ada destinasi baru di Banyuwangi bernama Kampung Jajanan Gula Merah. Tempat itu diresmikan langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (15/10/2018).

Munculnya ide tersebut karena separuh dari warga desa setempat bekerja sebagai pembuat gula merah. Gula merah produksi desa ini bahkan sudah masuk pasar Bali hingga Surabaya. Kampung kuliner ini akan dibuka setiap Sabtu sore dan Minggu mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Khusus hari ini, akan dibuka mulai pagi hingga malam hari.

"Ini idenya langsung dari warga desa setempat, termasuk pengerjaannya. Saya sangat mengapresiasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sadar potensi yang dimilikinya. Mereka lalu merancang ide, mengemasnya, dan ternyata hasilnya menarik," puji Anas di hadapan ratusan warga desa yang menghadiri acara tersebut.

Kampung kuliner tersebut berada di Dusun Krajan, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Tempatnya cukup menarik, berada di areal kebun sengon dan kelapa yang berada di tengah-tengah perkampungan warga desa.

Berbagai jajanan tradisional dijual di sini, terutama yang berbahan dasar gula kelapa. Mulai dari getuk, kue latuk, es dawet, klepon, utri, kue lapis gula merah, kue cucur, es degan gula merah, singkong bulat, rujak buah, hingga rengginang manis gula merah. Maklum saja, Desa Rejoagung adalah salah satu sentra gula merah di Banyuwangi.

Adapula menu khas desa setempat, yaitu rujak kecut yang disajikan dalam batok kelapa muda. Tak ketinggalan juga, gula merah organik sebagai produk unggulan desa setempat.

"Ini adalah contoh kolaborasi yang baik yang dilakukan desa dan warganya. Dengan memanfaatkan lahan tidak produktif milik salah satu warga, kampung kuliner ini bisa menjembatani warga yang lain untuk membuka usaha. Saya kira ini bagus karena bisa menumbuhkan ekonomi warga, menambah peredaran uang di desa. Saya harap desa-desa lain bisa mencontoh konsep ini," imbuh Anas.

Sementara Camat Srono Gatot Suyono mengatakan Kampung Jajanan Gula Merah ini digagas bareng warga desa. Selama ini, ibu-ibu penjual kuenya kalau menjajakan di depan halaman rumahnya.

"Akhirnya, tercetus ide bikin sentra kuliner di desa ini. Mereka semua antusias, karena terwadahi. Lalu kami gotong royong bikin tempat yang menarik ini," kata Gatot.

Sementara itu, Kepala Desa Rejoagung Usnatun Sulasiatin menambahkan jajan berbahan dasar gula merah yang diproduksi oleh warga bebas sulfit. Karena mereka langsung memproduksi gula merah langsung dari pohon alias fresh.

"Potensinya besar, makanya kami pilih tema jajanan gula merah. Bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi gula merah. Kami jamin, gula yang digunakan di sini adalah gula merag organik, tanpa sulfit," jelas Usnatun.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed