DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 17:51 WIB

WN Jepang yang Ngaku Ditipu Diamankan Imigrasi Surabaya

Enggran Eko Budianto - detikNews
WN Jepang yang Ngaku Ditipu Diamankan Imigrasi Surabaya Foto: Enggran Eko Budianto/File
Mojokerto - Seorang warga negara asing (WN) Jepang Itaru Kashihara (42) diusir warga lantaran selama 4 hari berkeliaran di Desa Kemantren, Gedeg, Mojokerto. Kini WNA tersebut diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya.

Setelah mengamankan dan memintai keterangan WNA asal Jepang, petugas Sat Intelkam Polresta Mojokerto menghubungi kantor Imigrasi Surabaya. Sebanyak 3 petugas dari kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya pun datang ke lokasi untuk mengecek dokumen perjalanan Itaru.

"Di sini kami temukan ada WNA asal Jepang atas nama Itaru Kashihara. Kami bawa dulu ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Pejabat Fungsional Kantor Imigrasi Kelas I khusus Surabaya Endar Prasetyo kepada detikcom di Mapolresta Mojokerto, Jumat (12/10/2018).

Hasil pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan WNA asal Jepang tersebut, lanjut Endar, rupanya Itaru menggunakan visa exemption untuk berkunjung ke Indonesia. Menurut dia, visa tersebut sudah overstay.


"Akan kami cek dulu di sistem kami. Kalau masa berlaku visa sudah overstay, kami cek dulu," terangnya.

Terkait pengakuan Itaru yang ditipu warga Mojokerto, Endar akan melakukan koordinasi dengan polisi dan perwakilan Pemerintah Jepang di Surabaya. Pasalnya, kasus dugaan penipuan itu sudah dilaporkan Itaru ke Polres Ciamis dan Sidoarjo.

"Kami koordinasikan dulu dengan perwakilan Jepang dan pihak Polri," tandasnya.


Itaru berada di Mojokerto selama 7 bulan terkahir. WNA asal negeri Sakura ini ditampung salah satu warga Dusun Jakung, Desa Jatilangkung, Pungging. Pria bertubuh tinggi ini tak bisa berbahasa Indonesia.

Selama 4 hari terakhir, Itaru nekat berkeliaran di Desa Kemantren, Gedeg, Mojokerto. Dia menunggu kedatangan Martin, pria yang diduga telah menipunya sekitar Rp 2 miliar.

Namun, siang tadi Itaru justru diusir oleh keluarga Martin. Dia pun mencari perlindungan ke Polsek Gedeg. Oleh Polsek, dia diserahkan ke Sat Intelkam Polresta Mojokerto.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed