DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 16:55 WIB

Cari Orang yang Tipu Dirinya, WN Jepang Ini Malah Diusir Warga

- detikNews
Cari Orang yang Tipu Dirinya, WN Jepang Ini Malah Diusir Warga Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Seorang warga negara (WN) Jepang Itaru Kashihara (42) diusir warga lantaran selama 4 hari berkeliaran di Desa Kemantren, Gedeg, Mojokerto. Itaru rupanya mencari seorang pria diduga menipu dirinya sekitar Rp 2 miliar.

Mengenakan kaus olahraga warna putih dan celana jeans biru muda, Itaru nampak dimintai keterangan di ruangan Sat Intelkam Polresta Mojokerto, Jalan Bhayangkara. Polisi memanggil penerjemah lantaran Itaru sama sekali tak bisa berbahasa Indonesia.

WNA asal negeri Sakura ini rupanya sudah 7 bulan tinggal di Dusun Jakung, Desa Jatilangkung, Pungging, Mojokerto. Salah satu yang menampung Itaru adalah Gunawan, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Mojokerto.

Gunawan menjelaskan, selama 4 hari terakhir Itaru berkeliaran di Desa Kemantren untuk mencari Martin Hari Poernomo (46). Menurut dia, Martin merupakan konsultan bahasa yang diduga telah menipu Itaru.


Namun, penantian Itaru tak membuahkan hasil. Dia justru diusir oleh keluarga Martin.

"Dia (Itaru) lapor ke Polsek Gedeg, akhirnya diamankan di Sat Intelkam ini," kata Gunawan kepada detikcom di Mapolresta Mojokerto, Jumat (12/10/2018).

Dia menjelaskan, keberadaan Itaru selama 7 bulan terakhir di Mojokerto hanya untuk menuntaskan persoalan dengan Martin. Menurut dia, tahun 2016 lalu Itaru masuk ke Indonesia untuk membangun perusahaan cangkang berbahan kulit kelapa sawit di Sidoarjo, Jatim dan Ciamis, Jabar.

Di Ciamis, Itaru bertemu Martin dan Sugianto, keduanya warga asli Mojokerto. Setelah mendirikan PT, Itaru pun menitipkan uang 60 ribu USD atau sekitar Rp 900 juta sebagai modal usaha ke Sugianto.


"Itaru meminta agar dananya disimpan di Bank Mandiri atas nama PT Hanamaru Galuh Indonedia. Sugianto menjabat Direktur di PT tersebut. Namun, uang itu dihabiskan oleh Sugianto," ungkapnya.

Tak hanya uang, lanjut Gunawan, Itaru juga membawa 2,3 Kg emas sebagai modal usaha di Sidoarjo. 2 Kg emas itu dititipkan ke Edi, pembeli yang dikenalkan Martin ke Itaru. Sementara yang 3 ons dijual ke Edi. Namun, uang hasil penjualan dibawa oleh Martin.

"Itaru sudah melapor ke Polres Sidoarjo maupun ke Polres Ciamis. Ada buktinya dia menyerahkan uang ke Martin dan Sugianto, emas juga ada surat-suratnya," tandas Gunawan.
(Enggran Eko Budianto/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed