DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 22:31 WIB

Temui Bayi Korban Jual Beli Via Medsos, Ini Kata Kapolda Jatim

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Temui Bayi Korban Jual Beli Via Medsos, Ini Kata Kapolda Jatim Luki menggendong balita yang berhasil diselamatkan dari praktik perdagangan anak di Surabaya. (Foto: Deni Prastyo Utomo)
Surabaya - Kasus jual beli anak melalui media sosial di Kota Surabaya mendapat perhatian khusus dari Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia pun mengapresiasi jajarannya yang berhasil membongkar kasus perdagangan anak tersebut.

"Saya Kapolda Jatim, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang membongkar kasus penjualan bayi melalui media sosial," kata Luki di hadapan para wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (11/10/2018).

Luki mengaku juga mengetahui jika pelaku perdagangan anak menggunakan kedok yayasan sosial yang memberikan konsultasi terkait masalah rumah tangga.


Tak disangka, di balik itu, pelaku memfasilitasi adanya praktik jual beli anak di antara para follower atau pengikutnya.

"Dari berbagai layanan konsultasi itu, ternyata ada penjualan anak. Dari hasil penyelidikan ada satu ibu yang menjual bayi dengan bidan di Bali dan diketemukan dengan pembeli. Kemudian dijual lalu membuat pernyataan," lanjut Luki.

Usai memberikan keterangan kepada wartawan, Luki juga menyempatkan diri untuk menengok satu balita yang berhasil diselamatkan oleh polisi dari praktik perdagangan anak.

Saat menggendong balita itu, Luki pun tampak terenyuh melihat wajah balita yang berkulit bersih tersebut.

"Anaknya ganteng. Cakep sekali. Mohon maaf ya (awak media) ini tidak boleh (diabadikan). Anaknya laki-laki," terang Luki.


Dari pengamatan detikcom, balita yang diketahui baru berusia 11 bulan tersebut juga tidak menangis meski dikerumuni banyak orang.

Balita ini adalah satu dari dua anak yang berhasil dijual Alton dan timnya kepada seorang ibu di Bali. Sang ibu, LA (21) mengaku tak sanggup menghidupi balita ini karena keterbatasan ekonomi dan terlilit hutang. Sedangkan pembeli adalah seorang wanita yang belum kunjung dikaruniai keturunan setelah tujuh tahun menikah. Ia beralasan ingin membantu mengurangi beban LA.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed