DetikNews
Rabu 10 Oktober 2018, 15:55 WIB

Ini Latar Belakang Otak Penjualan Bayi Via Medsos

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Ini Latar Belakang Otak Penjualan Bayi Via Medsos Para pelaku perdagangan anak (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Ada fakta yang cukup mencengangkan tentang Alton Phinandita (29), pelaku perdagangan bayi melalui media sosial instagram. Ternyata, Alton merupakan lulusan program studi (prodi) pendidikan kesejahteraan keluarga.

Bekal dari bangku kuliah ini lah yang membuat Alton membuat akun instagram berkedok konsultasi masalah rumah tangga. Dia membuka ruang bagi siapa saja yang ingin membagi cerita melalui instagram.

Alton pun mahir menjadi konsultan pasutri yang ingin memiliki anak, memberi solusi anak-anak muda yang hamil di luar nikah agar tidak menggugurkan kandungannya, atau orang-orang yang tak mampu menghidupi anaknya. Dengan perlahan, Alton mengarahkan orang-orang ini untuk terlibat dalam perdagangan anak melalui media sosial instagram.

Hal ini juga dibenarkan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Agung Widoyoko. Selain ilmu di bangku kuliah, Agung mengatakan Alton sempat bekerja di bidang sosial. Ini membuatnya mahir dalam melancarkan aksi.


"Dulunya dia kuliah di kesejahteraan keluarga. Lalu kerja di bidang sosial. Lalu punya niatan mau buka konsultasi itu, lewat instagram. Tapi ilegal. Alasannya agar tidak ada lagi ibu-ibu yang menggugurkan bayinya. Mau dibantu dicarikan orang tua asuhnya," kata Agung saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Alton pun berdalih ingin membantu ibu dari bayi-bayi yang tak diinginkan agar tidak stres hingga tega menggugurkan bayinya. Bagi Alton, masih banyak orang di luar sana yang ingin memiliki buah hati.

Namun sayang, aksi Alton ini terhitung menyimpang dan ilegal. Proses adopsi tak bisa dilakukan dengan menukar sejumlah rupiah dengan sebuah nyawa. Tetapi harus melewati beberapa proses menggunakan jalur pengadilan.


"Dia tahu kalau ini salah. Tapi dia mikirnya tujuan untuk membantu ibu bayi supaya tidak stres dan menggugurkan bayinya. Padahal kalau adopsi harus pakai jalur pengadilan. Tidak segampang ini," kata Agung.

Agung menambahkan penangkapan Alton juga lantaran dia mematok tarif dalam jasa konsultasi yang dia berikan. Untuk setiap bayi yang diserahkan kepada adopter, Alton mematok harga Rp 22,5juta. Uang ini dia bagi tiga, Rp 15 juta untuk ibu bayi, Rp 5 juta untuk perantara, dan sisanya Rp 2,5 juta untuknya.

Perdangangan bayi ini pun telah berlangsung kurang lebih tiga bulan. Alton mengaku sudah ada empat bayi yang dijualnya. Tak hanya di Surabaya, Alton juga menjual bayi-bayi ini wilayah lain seperti Semarang hingga Bali.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed