Bupati Malang Lapor Harta Kekayaan Terakhir 2014, Ini Rinciannya

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 12:59 WIB
Foto: Bupati Malang Rendra Kresna/File
Malang - Rendra Kresna sudah dua periode menjabat Bupati Malang. Terakhir Rendra melaporkan harta kekayaannya pada 31 Desember 2014 silam. Nilainya tak begitu fantastis, bahkan hanya sedikit meningkat dibanding tahun 2013.

Melihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, total harta yang dimiliki Rendra sebesar Rp 3.222.448.981. Pada tahun 2013, harta kekayaan pria kelahiran Pamekasan 22 Maret 1962 ini hanya Rp 3.087.392.729, terhitung sejak 2001, Rendra telah 5 kali melaporkan harta yang dimiliki yakni pada 2001, 2005, 2010, 2013, dan 2014.

Pada 2001, harta kekayaan Rendra hanya sebanyak Rp 767,23 juta, terdiri dari tiga unit mobil Daihatsu Taft, Hijet, dan Zebra, dan lima bidang tanah senilai Rp 546,6 juta.


Saat pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK pada 31 Desember 2014, ada perubahan yang menambah koleksi kekayaan Rendra dengan total Rp 3.222.448.981.

Selain tiga unit mobil senilai Rp 290 juta, yakni Daihatsu Rocky, Mercedes Benz dan Toyota Hardtop, Rendra juga memiliki 16 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Kekayaan yang sama dilaporkan Rendra pada LHKPN di tahun 2013 kepada KPK.

Selain itu, Rendra juga mengoleksi logam mulia dari tahun 1998 sampai 2013 senilai Rp 125 juta, barang seni dan antik sebanyak Rp 60 juta, dan barang seni antik warisan senilai Rp 25 juta, dan barang lainnya senilai Rp 92 juta.


Rendra juga memiliki dua surat berharga senilai Rp 35 juta, giro dan setara kas sebanyak Rp 381.841.481. Seharinya, Rendra bertugas sebagai Bupati Malang menempati rumah dinas yang juga didalam kompleks Pendopo Pemkab Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang.

Kendati demikian, Rendra memiliki kediaman pribadi di Jalan Abdillah, Tirtomoyo, Pakis, Kabupaten Malang. Saat penggeledahan KPK di ruang kerjanya, Senin (8/10/2018), malam. Rendra mengaku kediaman pribadinya turut digeledah penyidik.

"Selain di sini, rumah saya juga digeledah. Tapi saya tidak bisa mendampingi, karena di sini (Kantor bupati)," ucap Rendra kepada wartawan pasca penggeledahan. (fat/fat)