CCTV dengan Pendeteksi Wajah, Risma: Sudah Saya Coba Sejak Bulan Lalu

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 09 Okt 2018 15:19 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - CCTV dengan software pendeteksi wajah atau face recognition yang diinginkan Wali Kota Tri Rismaharini disebut sebagai salah satu upaya Pemkot Surabaya membantu menjaga keamanan.

Salah satunya dalam proses pencarian terduga teroris atau pelaku kriminal lainnya.

"Sangat berguna, apalagi untuk pencarian terduga teroris pasca kejadian kemarin (bom 3 gereja)," kata Risma kepada detikcom di ruang kerjanya, Selasa (9/10/2018).


Untuk sementara saat ini pihaknya telah memasang 16 CCTV yang telah dilengkapi dengan software canggih tersebut di Terminal Purabaya. Namun diakui Risma, kamera-kamera itu belum terintegrasi dengan CCTV lain yang tersebar di seluruh penjuru kota.

"Nantinya kami berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim jika ada seseorang yang kita curigai. Hasilnya atau lokasi dimana seseorang itu akan kita serahkan ke polisi," ungkap Risma.

Menurut Risma, untuk saat ini, ke-16 CCTV dengan pendeteksi wajah yang ada telah memasuki tahap percobaan. Bahkan Risma mengaku telah mencoba untuk mencari seseorang yang dicurigai.

"Sudah saya coba sejak pertengahan bulan lalu dan sudah kami coba untuk mencari seseorang. Dadi aku iso weruh awakmu nang endi trus lapo ae nang ndalan (Jadi saya tahu kamu dimana lalu ngapain saja)," ujarnya mengalihkan pembicaraan.


Sejauh ini, ribuan CCTV yang dimiliki Pemkot juga terbukti dapat membantu mengungkap sejumlah kasus, khususnya yang berkaitan dengan lalu lintas.

"Misal ada tabrak lari, kita bisa cari dari lokasi terakhir kejadian untuk menemukan terduga pelaku dengan mengkoneksikan dengan kamera lain sehingga bisa ditemukan," terang Risma.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, CCTV Pemkot yang terkoneksi dengan command center Polrestabes sangat membantu pihaknya dalam menjalankan tugas.

"Masih ingat kasus penembakan salah satu pejabat Pemkot kan? Kami menemukan pelaku juga dibantu dari CCTV untuk mengetahui lokasi pelaku sehingga bisa dilakukan penangkapan tidak lebih dari 12 jam usai kejadian," ujar Rudi saat dikonfirmasi terpisah. saat dikonfirmasi terpisah. (lll/lll)