DetikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 07:44 WIB

Ingin Beda, Mahasiswa Surabaya Bikin Tabir Surya dari Buah Bit

Intan Puspita Asri - detikNews
Ingin Beda, Mahasiswa Surabaya Bikin Tabir Surya dari Buah Bit Foto: Intan Puspita Asri
Surabaya - Iklim tropis yang dimiliki Indonesia menginspirasi seorang mahasiswa dari Surabaya untuk menciptakan tabir surya (sunscreen) dari bahan alami. Bahannya berupa umbi bit merah yang ternyata memiliki kelebihan tersendiri.

Adalah Maria Gracela, mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya yang menciptakan tabir surya yang diberi nama Beeta Beauty ini.

"Sunscreen ini menggunakan SPF 2,5. Masih kecil sih SPF-nya tapi mempunyai kelebihan tidak lengket di kulit serta berbau harum yang alami, karena bahannya bebas dari bahan pengawet," terangnya saat berbincang dengan detikcom, Selasa (9/10/2018).

Maria menggunakan umbi bit merah atau buah bit yang belakangan diketahui memiliki banyak manfaat. Di antaranya mengandung antioksidan yang dapat membantu menetralkan masuknya radikal bebas ke dalam tubuh.


Bahkan, buah bit juga mengandung jenis fitonutrien yang baik untuk mencerahkan warna kulit. Menariknya, sepengetahuan Maria, belum pernah ada produk perawatan kulit (skincare) yang terbuat dari umbi bit merah.

"Bit merah memang sedang hits dan warnanya terkenal bagus merah keunguan. Setahu saya belum pernah ada produk skincare dari bahan ini dan saya pengen buat sesuatu yang beda, yang dibutuhkan masyarakat Indonesia," katanya.

Ingin Beda, Mahasiswa Surabaya Bikin Tabir Surya dari Buah BitFoto: Intan Puspita Asri

Maria pun merealisasikan idenya dengan melakukan studi literatur terlebih dahulu selama satu tahun. Dalam kurun waktu yang sama, ia mencoba membuat produk tersebut dari sejumlah bahan.

"Membuat sunscreen ada beberapa tahap mulai dari penghancuran buah menggunakan blender hingga peng-ekstrakan buah bit yang memerlukan waktu 1 hari hingga air buah bit menjadi kental, lalu dicampur menggunakan zat-zat kimia hingga menjadi gel sunscreen," terangnya.

Buah bit yang dibutuhkan untuk pembuatan tabir surya ini juga tak banyak. Menurut Maria, hanya berkisar 3-4 potong buah yang dapat dibeli di pasar seharga Rp 15.000 perkilogramnya.

Namun Maria mengingatkan, ekstrak buahnya juga harus terjaga suhunya karena senyawa aktif dalam umbi bit merah tidak tahan panas lebih dari 70 derajat Celcius. "Karena kalau lebih dari itu warna ekstrak akan menjadi coklat. Hal ini menunjukkan kalau senyawa antioksidan telah rusak," paparnya.


Kendati demikian, Maria dapat membuktikan bahwa tabir suryanya memang benar-benar efektif untuk melindungi kulit. "Hanya saja karena SPF-nya kecil, jadi baru bisa digunakan di area tangan dan kaki saja. Masih belum bisa digunakan ke area wajah,"

Maria menambahkan, berbeda dengan produk tabir surya pada umumnya, ia sengaja membuat tabir surya dalam bentuk gel agar lebih nyaman saat digunakan. "Kalau umumnya di pasaran bentuknya lotion tapi kalau ini bentuknya gel jadi lebih enak pas dipakai di tangan," imbuhnya.

Untuk saat ini, produknya belum dapat dipasarkan karena masih menunggu perizinan dari BPOM. Maria juga berharap produknya dapat dipatenkan.

"Harapan saya ke depannya mau agar produk ini dipatenkan dan diakui oleh BPOM, dan saya bisa mengembangkan skincare yang lain," pungkasnya.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed