DetikNews
Senin 08 Oktober 2018, 19:14 WIB

Antisipasi Bencana selama IMF-WB, TNI Siapkan 2 Pesawat dan 400 Bus

Ardian Fanani - detikNews
Antisipasi Bencana selama IMF-WB, TNI Siapkan 2 Pesawat dan 400 Bus Pangdam V/Brawijaya mengecek kesiapan pengamanan pertemuan IMF-World Bank di Banyuwangi. (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Pertemuan Tahunan IMF-World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali telah dimulai hari ini. Kesiapan pengamanan dan evakuasi jika terjadi bencana juga sudah disiapkan matang di Banyuwangi.

Untuk keperluan tersebut, tim gabungan pengamanan dan evakuasi telah menyiapkan 2 pesawat dan 400 bus di Banyuwangi. Salah satu pesawat yang disiagakan adalah CN 295 TNI AU dari Abdul Rahman Saleh Malang. Sejak hari Minggu (7/10/2018), pesawat tersebut sudah berada di Bandara Banyuwangi.

"Ada dua pesawat dan bus yang akan kita standby-kan di Banyuwangi. Ini untuk evakuasi jika ada hal yang tidak kita inginkan misalnya terjadi bencana atau yang lain," ujar Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, yang meninjau posko keamanan bersama di Bandara Banyuwangi, Senin (8/10/2018).


Arif menjelaskan, dua pesawat dan ratusan bus tersebut akan dipakai untuk mengangkut peserta delegasi VVIP sebagai bentuk antisipasi bila terjadi ancaman bencana alam di Pulau Bali.

"Kalau ada kejadian di Bali, evakuasi ke Banyuwangi ataupun ke Surabaya. Delegasi kalau ada kejadian evakuasinya ke sana. Ada satgas udara menyiapkan pesawat dan menyiagakan bus sekitar 400 bus. Kalau tiba-tiba ada kejadian kita siap semuanya, pesawat yang disiagakan di Bandara Banyuwangi ada dua, jenis CN yang memang khusus angkut VVIP," paparnya.


Selain alat transportasi untuk evakuasi, pihaknya juga menambah kekuatan pengamanan di Banyuwangi. Bila sebelumnya diterjunkan sekitar 2.000 personel gabungan, namun saat pertemuan berlangsung, personel ditambah menjadi 5.000 personel.

"Kita tambah personel dari Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya. Jangan sampai kita kecolongan. Apalagi Banyuwangi sebagai pintu masuk Bali," tambahnya.

Untuk pengamanan di Banyuwangi, pihaknya akan membagi personel di tiga obyek vital, yaitu di Bandara Banyuwangi, Pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang dan Pelabuhan Tanjungwangi.

"Di Tanjungwangi juga ada 4 kapal KRI milik TNI AL yang kita siagakan. Penyiapan teleconfence pengamanan kita cek," pungkasnya.




Tonton juga 'Harapan Fahri Hamzah dari IMF-World Bank':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed