DetikNews
Senin 08 Oktober 2018, 15:56 WIB

Tidur di SPBU, Pedagang Kambing Ini Kehilangan Uang Rp 40 Juta

Adhar Muttaqin - detikNews
Tidur di SPBU, Pedagang Kambing Ini Kehilangan Uang Rp 40 Juta Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung - Seorang pedagang kambing asal Jawa Tengah kehilangan uang tunai Rp 40 juta yang ditaruh di belakang jok mobil. Saat itu Muntadin (50) warga Desa Karangmulyo, Kecamatan Pegandon, Kendal, tidur di musala SPBU Tulungagung.

Kejadian berawal saat korban dua anak buahnya berencana berbelanja kambing di wilayah Blitar.

"Saya berangkat setelah isya, kemudian sekitar jam 2 pagi istirahat di musala SPBU itu. Saya sudah sering menginap di situ dan tidak pernah terjadi kasus seperti ini," kata Muntadin saat ditemui wartawan di Polres Tulungagung, Senin (8/10/2018).

Saat itu, mobil pickup L300 H 1935 PD di parkir di halaman SPBU, sedangkan uang tunai Rp 80 juta yang sedianya akan digunakan berbelanja kambing diletakkan di belakang kursi pengemudi. Korban sama sekali tidak merasa was-was saat meninggalkan uang puluhan juta tersebut dan langsung ditinggal tidur.

"Uang itu tidak saya wadahi, hanya ditali menjadi empat bagian dan ditaruh di belakang jok begitu saja," ujarnya.

Saat bangun pagi, Muntadin berencana mengecek mobilnya. Namun saat hendak membuka pintu kemudi, dia dikejutkan kondisi kunci pintu yang rusak. Mengetahui hal itu, pengusaha ternak ini langsung bergegas memeriksa uang miliknya melalui pintu lain.

"Saya kaget kenapa pintu rusak, setelah saya periksa ternyata uang saya tinggal dua ikat, yang Rp 40 juta sudah hilang," ujar korban.

Dia mengatakan hasil pemeriksaan kamera pengawas SPBU diketahui sesaat sebelum uangnya hilang ada sebuah minibus yang datang dan menghampiri mobilnya. Seorang penumpang turun dari mobil itu dan terlihat gerak gerik yang mencurigakan.

"Setelah itu mendekati mobil saya dan sesaat kemudian langsung pergi," jelasnya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini polisi melakukan melakukan proses penyelidikan. "Jangan dulu, ini masih penyelidikan," kata Sumaji.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed