Korban Keracunan Massal di Mojokerto Capai 77 Orang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 06 Okt 2018 11:03 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Tidak semua warga Mojokerto yang menyantap nasi berkat mengalami gejala keracunan. Dari 146 orang yang memakan nasi berkat, 77 warga Dusun Sukomangu, Desa Karangkuten, Gondang, mengalami gejala keracunan.

Kepala Puskesmas Gondang dr Nunun Agung Lubiantoro mengatakan, Ali Mustofa (39) menyiapkan 127 porsi nasi berkat untuk dibagikan saat acara tahlil di rumahnya pada Kamis (4/10) sore. Nasi berkat itu dibagikan ke 112 jemaah pengajian rutin Dusun Sukomangu dan tetangga dekatnya.

Namun, jumlah warga yang ikut memakan berkat berisi nasi, mi, tahu goreng, ayam bumbu bali, tumis buncis dan wortel, serta perkedel itu mencapai 146 orang.

"Karena satu porsi nasi berkat ada yang dimakan tiga sampai lima orang," kata dr Nunun saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/10/2018).

Namun tak semua warga Dusun Sukomangu yang menyantap nasi berkat tersebut, mengalami gejala keracunan. Menurut dr Nunun, hasil pendataan yang dilakukan timnya hingga sore tadi, jumlah korban keracunan sebanyak 77 orang.


"Sedangkan 69 orang lainnya tidak mengalami gejala apapun," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dirilis dr Nunun, rentang usia para korban antara 4 hingga 65 tahun. Mayoritas korban memakan nasi, ayam bumbu bali dan mi.

Dengan rincian 42 makan nasi, 40 ayam bali, 37 mi, 27 tahu goreng, 28 tumis buncis dan wortel, serta 30 orang makan perkedel.

Mereka mengalami gejala keracunan antara pukul 17.00 hingga tengah malam. Tergantung waktu mereka memakan nasi berkat tersebut.

"Untuk penyebab keracunan massal ini masih perlu pembuktian hasil uji laboratorium sampel nasi berkat yang kami ambil," terang dr Nunun.

Selain menguji laboratorium sampel makanan, muntahan dan lendir korban, tambah dr Nunun, pihaknya akan memeriksa sampeal air tanah di lokasi keracunan massal.

"Besok (Senin/8/10) kami ambil sampel air di 10 rumah untuk melihat higienis atau tidaknya," tandasnya.


Keracunan massal di Dusun Sukomangu terjadi pada Kamis (4/10) malam. Hasil pendataan sementara petugas Puskesmas Gondang, korban keracunan ini mencapai 46 orang.

Saat ini tinggal 2 korban yang menjalani rawat inap di RS Sumberglagah, Pacet dan Puskesmas Jatirejo. Sementara 44 korban lainnya dirawat jalan.

Para korban mengeluh pusing, mual, muntah dan diare setelah memakan berkat dari acara tahlil di rumah Ali Mustofa (39), warga Dusun Sukomangu. Berkat tersebut berisi nasi, mi, tahu goreng, sambal goreng buncis wortel, perkedel dan ayam bali.

Makanan yang disajikan dalam berkat tersebut, dimasak sendiri oleh keluarga Mustofa. Keluarga ini membuat 127 porsi berkat yang dibagikan ke 112 jamaah tahlil dan tetangga sekitar rumah mereka.


Saksikan juga video 'Datang ke Hajatan Malah Keracunan':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)