Perbaikan SDN di Ponorogo Dilakukan Tahun Depan, Ini Alasannya

Charoline Pebrianti - detikNews
Jumat, 05 Okt 2018 15:03 WIB
Foto: Charoline Pebrianti
Ponorogo - Atap satu ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karangjoho, Kecamatan Badegan rapuh, bahkan plafon di ruang ini bolong. Sayangnya, jebolnya atap ruang kelas 3 ini baru bisa diperbaiki tahun depan.

Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Imam Musholih membenarkan hal ini. Kemarin usai diusulkan lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) belum tembus.

"Jadi baru bisa dianggarkan tahun 2019 mendatang," tuturnya saat dihubungi detikcom, Jumat (5/10/2018).

Pantauan detikcom, atap salah satu ruang kelas di gedung SDN 1 Karangjoho jebol, terlihat jebolnya beberapa plafon ini karena kayu penyangga gedung keropos. Dengan kondisi tersebut, siswa kelas 3 yang berada di ruangan tersebut harus dipindahkan ke ruang lain untuk proses belajar mengajar sejak tahun 2017 lalu.


Imam menambahkan SDN 1 Karangjoho kondisinya memang sudah parah. Banyak kuda-kuda atau tiang penyangga keropos akibat dimakan rayap.

"Karena itu dua ruang kelas nyambung, jadi perkiraan habisnya Rp 100 jutaan," papar dia.

Sembari menunggu dana perbaikan cair, atap ruang kelas pun bakal diturunkan agar tidak menimpa para siswa. Selain itu, tempat belajar mengajar pun dipindah ke ruang kelas lain.

"Langkah kami untuk pengamanan, diturunkan dulu atapnya agar ini aman untuk anak-anak," terang dia.


Sedangkan untuk ke-9 siswa yang menempati ruang kelas 3 harus oper dengan ruang guru karena ruangnya lebih luas dan aman. Sedangkan ruang guru jadi satu dengan ruang kepala sekolah.

Ditanya terkait kapan Dindik melakukan renovasi bangunan, Imam menjelaskan baru bisa diusulkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019. "Masalahnya yang direnovasi bukan satu kelas saja, ruang sebelahnya juga harus direnovasi karena satu tempat. Jadi baru bisa kita usulkan tahun depan," papar dia.

Saat ini Dindik tengah melakukan perbaikan 5 SD dengan menggunakan APBD sebesar Rp 3 miliar. "Kami juga fokus memperbaiki 5 SD, karena dana terbatas jadi kami kerjakan sesuai kemampuan kami," pungkas dia. (iwd/iwd)