Namanya Bang Bram, diambil dari bahasa Jawa yang juga berarti bawang merah. Nama ini pun dipilih agar produk mereka mudah diingat.
Dijelaskan salah satu pembuatnya, Ollyvia Betty (20), inspirasinya muncul dari kesehariannya sebagai anak kos.
"Inspirasi rasanya kayak chiki-chiki (snack) gitu. Kadang anak kosan ini kan sudah ada rasa rendang jadi enak dimakan sama nasi aja. Ceritanya ini pengalaman anak kos sih," ujar Ollyvia kepada detikcom, Kamis (4/10/2018).
Mahasiswa Universitas Surabaya ini menambahkan, ada lima varian rasa yang dimiliki Bang Bram, yaitu rasa original, sapi panggang, rendang, rumput laut dan balado.
Bang Bram. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File) |
Tak disangka baru satu tahun berjalan, produk bikinan Ollyvia bersama Mochamad Fadjar Agri Susanto (20) ini laris manis. Tepat seperti dugaan Ollyvia, rata-rata peminatnya adalah mahasiswa yang juga anak kos.
Hal menarik yang bisa diamati dari Bang Bram adalah kemasan produknya yang berupa botol kaca. Menurut Ollyvia, ini membuat bawang goreng lebih awet bila dibandingkan dengan kemasan plastik.
Bahkan meski tanpa pengawet, Bang Bram diklaim bisa tahan selama tiga bulan.
"Tapi pastikan lagi tutup botol kemasannya tertutup dengan rapat agar kerenyahan Bang Bram tetap terjaga," pesan Ollyvia.
Namun untuk saat ini, Ollyvia dan Fadjar mengaku tengah mengurus izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) agar mutu Bang Bramnya semakin terjamin.
Sedangkan untuk harga, Ollyvia memastikan Bang Bram ramah di kantong. Sebotol Bang Bram hanya dibanderol seharga Rp 18.000. Pembeliannya bisa dilakukan melalui akun Instagram @Bangbram_id atau melalui marketplace seperti tokopedia.
Tertarik untuk mencoba Bang Bram? (lll/lll)











































Bang Bram. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File)