detikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 20:41 WIB

Gus Ipul: Ratna Sarumpaet Layak Masuk Penjara

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Gus Ipul: Ratna Sarumpaet Layak Masuk Penjara Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan kebohongan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet tak baik rasanya jika hanya berakhir dengan permohonan maaf. Bagi Gus Ipul, Ratna layak masuk penjara.

Alasannya, Ratna telah menebar hoaks dan menipu seluruh masyarakat dan tokoh di Indonesia. Hal ini juga bertujuan memberi efek jera bagi siapapun, terutama bagi yang sudah dianggap pemimpin oleh masyarakat, untuk tidak mudah mengumbar kebohongan dengan tujuan politik.

"Saya kira Ratna layak masuk penjara. Dia telah menebarkan hoaks yang luar biasa dan menipu masyarakat serta menipu banyak tokoh negeri ini," ujar Gus Ipul pada wartawan di Surabaya, Rabu (3/10/2018).

Gus Ipul yang juga Mantan Ketua Gerakkan Pemuda Ansor ini mengatakan, Ratna harus mempertanggungjawabkan drama kebohongan yang telah dia buat dengan pertanggung jawaban secara hukum.


"Ratna harus bertanggung jawab, syukur-syukur kalau polisi segera menetapkan tersangka karena membuat gaduh di tengah negeri ini dalam suasana berduka," imbuhnya.

Akibat drama kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet, elit negeri hampir saja bertikai. Masyarakat pun dibuat gaduh dan saling serang di media sosial.

Awalnya, kebohongan ini menyasar penguasa dan menuduh negara telah membiarkan tindak kekerasan yang melanggar HAM. Ujung-ujungnya, kebohongan ini pada akhirnya merugikan elit lainnya yang telah membela mati-matian kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet.


Bagi Gus Ipul, hal ini jika dibiarkan sangat berbahaya bagi generasi ke depannya.

"Menurut saya ini berbahaya sekali. Maka itu sebagai pelajaran generasi yang akan datang perlu dilakukan proses hukum yang cepat karena telah membuat gaduh. Yang salah harus dihukum," kata Gus Ipul.

Drama kebohongan Ratna Sarumpaet bermula ketika sebuah foto yang memperlihatkan wajah Ratna Sarumpaet lebam penuh benjolan viral di media sosial. Melihat hal ini, banyak tokoh oposisi dari tim Prabowo-Sandi lantas membela Ratna dan menyebut Ratna telah dipukuli orang hingga menuding pembiaran dari pemerintah.

Namun, setelah beberapa hari, publik pun dibuat gaduh dengan isu ini. Sore tadi, Ratna muncul ke publik dan menyebut jika dirinya telah berbohong. Mukanya penuh benjolan ternyata bukan akibat penganiayaan, tapi bekas operasi sedot lemak.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed