Harga Garam Turun Saat Musim Panen, Ini Kata Petani di Sidoarjo

Suparno - detikNews
Selasa, 02 Okt 2018 17:50 WIB
Foto: Suparno
Sidoarjo - Di puncak musim panen, harga garam di Kabupaten Sidoarjo justru mengalami penurunan. Harga garam di tingkat petambak hanya mencapai Rp 1.000 perkilogram, padahal pada musim panen tahun, harganya mencapai Rp 3.000 perkilogram.

Abdul Aziz (71), salah satu pengusaha garam di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, mengaku selama musim panen, petani sudah bisa memanen garam dalam kurun 7-8 hari.

"Saat ini masih musim kemarau dan hampir mendekati puncaknya musim panen garam," kata Aziz kepada detikcom, Selasa (2/10/2018).

Jumlah garam yang dihasilkan pun cukup banyak. "Dalam tujuh hari berhasil mendapatkan garam sekitar 150 sak, dengan lahan yang berukuran panjang sekitar 60 meter dan lebar sekitar 20 meter," tambah Aziz.


Bahkan untuk tiap hektare lahan yang dimilikinya, garam yang dihasilkan mencapai 2.000-2.500 sak, dengan berat per saknya sekitar 50 Kg.

"Kami menjual garam ini keluar Sidoarjo seperti daerah Pati, Jawa Tengah. Per sak kami jual seharga Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu," terang Aziz.

Hal ini kontras dengan pendapatannya tahun lalu. Tahun lalu, harga garam dengan berat sekitar 50 kg/sak bisa mencapai Rp 250 ribu, namun saat ini, harganya justru menurun drastis hingga berkisar Rp 60-70 ribu.

"Masalah turun naiknya harga garam seperti ini sering terjadi, namun alhamdulillah saat ini masih tidak terlalu merugikan bagi para petani garam di wilayah Sidoarjo," tuturnya.


Kendati demikian, pendapat serupa tidak dikemukakan Sunaryok (65), petani garam asal Kalianget, Sumenep. Sebagai buruh petani garam, ia hanya mendapatkan upah dari pemilik lahan garam.

"Kami hanya sebagai buruh tani garam. Setiap panen upahnya dengan sistim dua untuk pemilik, satu untuk pengelola lahan," kata Sunaryok.

Namun di musim panen garam ini, ia berharap harganya tidak sampai anjlok agar para petani garam sepertinya bisa menikmati panen dengan senang hati.

"Kami berharap pemerintah membantu para petani garam untuk menstabilkan harga garam, agar para petani bisa menikmati hasilnya," pungkasnya. (lll/lll)