Kebakaran di Puncak Gunung Penanggungan, Ini Imbauan Bagi Pendaki

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 02 Okt 2018 12:36 WIB
Proses pemadaman Gunung Penanggungan yang terbakar. (Foto: Istimewa)
Proses pemadaman Gunung Penanggungan yang terbakar. (Foto: Istimewa)
Mojokerto - Kebakaran padang rumput dan hutan di kawasan puncak Gunung Penanggungan sampai saat ini belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Para pendaki diimbau tak nekat naik ke puncak gunung berjuluk Pawitra itu secara liar, jika tak mau celaka.

Kebakaran sejauh ini menghanguskan sekitar 40 hektar hutan lindung milik Perhutani di kawasan puncak Gunung Penanggungan. Tak hanya hutan, kebakaran juga merambah padang rumput di ketinggian sekitar 1.600 mdpl.

Sekretaris Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Lestari yang mengelola pos pendakian Tamiajeng, Trawas, Mojokerto Khoirul Anam mengatakan, api diketahui pada Senin (1/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Awalnya titik api di puncak sisi utara (di atas Desa Kunjorowesi, Ngoro, Mojokerto), langsung meluas ke arah barat dan selatan, hampir melingkari kawasan puncak," ujar pria yang sempat membantu pemadaman api ini saat dihubungi detikcom, Selasa (2/10/2018).


Api sempat bisa dilokalisir pada Senin malam setelah puluhan relawan terjun untuk melakukan pemadaman secara manual, antara lain dari 15 warga Desa Kunjorowesi, 8 warga Desa Wotanmas Jedong, 10 orang komunitas trail, 10 relawan dan 12 orang dari LMDH Sumber Lestari.

"Titik api yang kemarin bisa dipadamkan di jalur pendakian Tamiajeng dan Kedungudi (Trawas). Saat ini muncul kembali akibat bara yang tersisa juga karena lokasi kebakaran di jurang yang sulit dijangkau," terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Anam, tim dari LMDH Sumber Lestari saat ini berjaga di puncak Bayangan pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl. Selain untuk memadamkan api, tim juga menjaga potensi pendaki liar yang nekat naik ke puncak Pawitra.

Hal ini karena meski jalur pendakian Tamiajeng ditutup, tak sedikit pendaki yang nekat naik melalui jalur tikus. Jika tak diantisipasi dikhawatirkan bakal jatuh korban lantaran api masih membakar sejumlah titik di kawasan puncak Penanggungan.

"Kami jaga di puncak Bayangan untuk antisipasi pendaki liar. Karena di jalur Tamiajeng, puncak Bayangan menjadi basecamp," tutupnya. (lll/lll)