DetikNews
Rabu 26 September 2018, 15:27 WIB

Ini Alasan Jaksa Tak Minta Dimas Kanjeng Buktikan Kesaktiannya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Ini Alasan Jaksa Tak Minta Dimas Kanjeng Buktikan Kesaktiannya Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng tidak jadi membuktikan 'kesaktiannya' menggandakan uang dan mengeluarkan soto serta rawon di hadapan majelis hakim pada persidangan hari ini. Mengapa pembuktian kesaktian itu tidak ditampilkan?

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmat Hary Basuki menganggap hal tersebut tidak ada relevansinya terhadap hukum.

"Itu kan bukan dalam hal pembuktian yuridis, kalau pun mau menggandakan uang, harusnya uang itu sudah dikembalikan. Nggak perlu kami persidangan hari ini," kata Rakhmat sembari melempar tawa kepada wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (26/9/2018).

Rakhmat mengatakan Dimas Kanjeng mengaku tidak hanya dia saja yang mampu menggandakan uang, tetapi juga rekan dan juga gurunnya (gaib) yang berada di Gunung Lawu.


"Terdakwa sudah menerima uang. Kemudian diaku akan digandakan kepada gurunya, Abah Kertonegoro. Uang itu diserahkan kepada abah Ilyas untuk digandakan," kata Rakhmat.

Rakhmat menilai ada yang ditutupi oleh Dimas Kanjeng terkait kesepakatan untuk membuka koper berisi uang yang harus melalui perintah Dimas Kanjeng.

"Dalam hal ini, kalau dilakukan bersama-sama, ketika membuka koper harus melalui pesetujuan ini kan ada apa? ada hal yang disembunyikan, pembuktiannya itu saja sih," ujar Rakhmat.

Saat ditanya terkait kesanggupan Dimas Kanjeng yang bersedia mengembalikan uang. Rakhmat mengaku masih belum menerima surat pencabutan dari korban.


"Sampai hari ini, kami belum ada surat pencabutan maupun surat pernyataan dari korban bahwa telah menerima uang dari Dimas Kanjeng. Dan itu nanti akan jadi hal yang dipertimbangkan dalam tuntutan. Dan uang yang dikembalikan sekitar Rp 4.5 milyar. Kalau korban mengatakan Rp 3,5 miliar. Namun terdakwa mengaku menerima Rp 13 miliar," ungkap Rakmat.

Rakhmat menilai pengakuan Dimas Kanjeng sebagai hal yang wajar atas alibi tersebut. Sebab Dimas Kanjeng hanya menerima Rp 13 miliar yang diberikan oleh sultan-sultannya di padepokannya.

"Dalam hal ini Dimas tentu tahu lah, itu hak dia untuk melakukan alibi atau tangkisan, tapi akan kami buktikan dengan kesaksian yang lain dan bukan atas pengakuan terdakwa," tandas Rakhmat.


Simak Juga 'Akhirnya Dimas Kanjeng Hadiri Sidang, tapi Urung Pamer Kesaktian':

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed