DetikNews
Selasa 25 September 2018, 19:35 WIB

Berdalih Punya Indra Keenam, Pemuda Ini Cabuli Seorang ABG

Erliana Riady - detikNews
Berdalih Punya Indra Keenam, Pemuda Ini Cabuli Seorang ABG Foto: Erliana Riady
Blitar - Seorang ABG (13) di Kabupaten Blitar menjadi korban pencabulan seorang pria yang dikenalnya di media sosial. Pria tersebut mengaku punya indra keenam.

Pelaku adalah M Mohemin Alifi (27) . Kasus ini berawal saat pelaku mengatakan bahwa korban diikuti makhluk halus. Pelaku juga mengatakan jika satu-satunya cara untuk menghilangkan hal itu adalah dengan menuruti perintahnya. Ternyata perintah pelaku adalah mencabuli korban. Karena ketakutan, korban menuruti semua keinginan pelaku, termasuk memberikan sejumlah uang kepada warga Dusun Gondangrejo, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar tersebut.

Tak kuat dengan beban tersebut, si ABG akhirnya menceritakan masalah ini kepada orang tuanya. Sontak orang tuanya marah dan melaporkan kejadian ini kepada polisi.


"Kenapa korban mengikuti semua keinginan pelaku, karena pelaku ngakunya punya indra keenam. Pelaku bilang ada makhluk halus yang mengikuti korban dan harus dihilangkan. Caranya dengan mencabuli korban," jelas Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha di Mapolres, Selasa (25/9/2018).

Pelaku juga mengatakan jika mahkluk halus itu tidak dihilangkan, maka ini juga akan mengancam nyawa orang tuanya. Korban pun menurut ketika diminta tersangka untuk melakukan tindak asusila. Saat itu pelaku juga merekam tindakan itu di ponsel korban lalu merampas ponsel tersebut.

"Berikutnya, pelaku memeras korban. Selalu meminta uang. Jika tidak dituruti, dia mengancam akan menyebarkan foto dan video vulgar itu," lanjutnya.


Atas laporan orang tua korban, polisi berhasil menangkap pelaku dengan cara mengikuti korban saat janji bertemu dengan pelaku untuk memberikan uang.

Pelaku ditangkap di halaman masjid wilayah Kecamatan Sutojayan. Saat itu, polisi juga mengamankan empat buah ponsel milik korban serta uang tunai sebesar Rp 120 ribu.

Tersangka dikenakan pasal 369 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Kami mohon media ikut mempublikasikan wajahnya, karena tidak menutup kemungkinan, korbannya tidak hanya satu ini saja," pungkas Kapolres.
(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed