DetikNews
Selasa 25 September 2018, 08:30 WIB

Raibnya Uang Rp 87 Juta di Rekening Nasabah BRI yang Masih Misterius

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Raibnya Uang Rp 87 Juta di Rekening Nasabah BRI yang Masih Misterius Anak korban Alfian Bayu Wicaksono/File
Surabaya - Nasabah Bank BRI Ponorogo mengaku kehilangan uang di rekening tabungannya. Uang berjumlah Rp 87.654.321,- hilang sejak Desember 2017 lalu. Korbannya yakni Didin Irianawati (50) warga Jalan Sulawesi, Kecamatan Kota, Ponorogo.

Peristiwa itu bermula saat Didin Irianawati dan keluarganya sedang makan 25 Desember 2017 pukul 11.53 WIB. Saat itu, korban menerima telepon yang mengaku call center BRI.

Waktu itu korban dan keluarganya sedang makan. Ada telepon masuk ke nomor korban dan terus mengatakan dari call center BRI. Pihak penelepon mengetahui nama lengkap dan alamat si korban.

"Penelepon tahu nama lengkap ibu saya dan alamat kami. Saya tambah curiga saat penelepon ini minta nomor token, akhirnya teleponnya saya tutup," terang anak korban, Alfian Bayu Wicaksono (25) kepada detikcom, Senin (24/9/2018).

"Karena posisinya kami sekeluarga berkumpul dan makan bersama jadi saya tahu persis ibu maupun saya tidak memberikan info token," jelasnya.


Jam 11.52 informasi yang ia dapat dari salah satu temannya yang bekerja di bank, rekening ibunya menransfer uang ke rekening orang lain atas nama Hendra Mulyana sebesar Rp 87.654.321,-

Jam 15.00 WIB, ada telepon masuk lagi yang mengatasnamakan call center BRI mengatakan jika transaksi sebelumnya belum selesai.

"Mungkin pelaku tahu jika masih ada saldo di rekening ibu saya," terangnya.

Karena curiga, Alfian lantas mengambil alih telepon genggam ibunya dan dimatikan. "Lalu saya cari ATM terdekat, posisi saya waktu liburan natal bersama keluarga, akhirnya saya nyari ATM itu ke tengah kota, saat dicek ATM ibu saya terblokir," terang dia.

Hal ini pun membuat panik keluarganya, selang 2 hari kemudian ia baru bisa melaporkan kejadian ini ke polisi.


Saking penasarannya, Alfian pun memberanikan diri meminta tolong temannya untuk mencari keberadaan si pelaku yang mendapat transferan dana.

"Saya dapat transkrip transaksi rekening ibu saya sekitar pukul 11.52 WIB uang dibobol, jam 11.53 WIB ibu saya ditelepon. Berarti kan ini sudah bisa dibobol meski korban tidak memberikan informasi apapun," tukasnya.

Hingga kini pihaknya masih terus berupaya agar uang tersebut bisa kembali. "Semoga pelakunya cepat tertangkap. Kami sudah mengantongi nama orang yang menerima dana tersebut," tandasnya.

Pendamping hukum korban, Suparno mengaku kasus ini janggal. Pasalnya jam yang tertera di transkrip transaksi pada hari tersebut, pembobolan terjadi bahkan sebelum pelaku menelepon korban. Hal ini menjadi kecurigaan besar.

"Di sini jelas tertulis, jam 11.52 WIB uang dibobol, jam 11.53 WIB korban ditelepon. Berarti kan ini sudah bisa dibobol, meski korban tidak memberikan informasi apapun," terangnya.


Pihaknya pun berharap agar penyidik dari kepolisian segera memproses kasus ini. Dia bahkan sudah mengantongi nama pelaku beserta alamat lengkap. "Kan bisa dipanggil dulu dimintai keterangan, ini sudah 9 bulan belum ada kemajuan," katanya.

Selain melapor ke polisi, dirinya juga melapor ke OJK dan BI serta melakukan hearing dengan para anggota dewan. Tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang melapor tapi belum ada kepastian hukum.

"Kami sudah melaporkan hal ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI)," tegasnya.

Saat detikcom mendatangi pihak Bank BRI di Ponorogo, pihak bank belum bisa memberikan jawaban atas kasus ini. Sebab, pimpinannya sedang berada di luar kota. Manajemen bank pun tidak berani menanggapi kasus ini.



Saksikan juga video 'Lima Pembobol 14 Bank Diringkus, Rugikan Rp 14 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed