DetikNews
Senin 24 September 2018, 13:45 WIB

Oknum LSM dan Wartawan Diamankan, Terbukti Lakukan Pemerasan

Eko Sudjarwo - detikNews
Oknum LSM dan Wartawan Diamankan, Terbukti Lakukan Pemerasan 4 oknum wartawan dan LSM yang diamankan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Polisi mengamankan oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memeras warga. Selain mengamankan 2 anggota LSM, polisi juga mengamankan oknum yang mengaku berprofesi sebagai wartawan yang bekerjasama dengan anggota LSM ini.

Wakapolres Lamongan, Kompol Imara Utama mengatakan beberapa waktu lalu korban yang bernama Muntawi, warga Desa Drajad, Kecamatan Paciran didatangi oleh empat orang yg mengaku sebagai anggota LSM dan wartawan. Keempat orang tersebut adalah Kasmad (53), warga Desa German, Kecamatan Sugio; Sholeh (35), warga Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk; Isman (33), warga Desa Tanahlandean, Kecamatan Balongpanggang, Gresik; dan Danu (25), warga Desa Datinawong, Kecamatan Babat.

Mereka berempat bermaksud menanyakan persoalan bantuan bibit sapi dengan harga per ekor Rp 20 juta. Para pelaku, kata Imara, mengaku sudah pernah berkirim surat dan berkata kalau ada indikasi korupsi dalam pengadaan bibit sapi yang dilakukan oleh korban.


"Saat itu, para tersangka ini mengancam kalau tidak ada datanya, maka kasusnya akan dilaporkan ke kejaksaan, dan tersangka memaksa meminta uang damai sebesar Rp 5 juta agar tidak dilaporkan ke kejaksaan. Tetapi korban hanya sanggup membayar Rp. 4 juta," kata Imara kepada wartawan, Senin (24/9/2018).

Merasa ketakutan, lanjut Imara, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke polisi. Berbekal laporan korban, kata Imara, tim Joko Tingkir Polres Lamongan kemudian berusaha mencari keempat pelaku.


"Ke empat pelaku ini selain mengaku sebagai LSM juga mengaku sebagai wartawan," jelasnya.

Lebih jauh, Imara mengatakan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan selembar surat pengaduan, 4 buah ID card, 4 buah handphone dan satu bendel kuitansi. "Kami akan menjerat para pelaku ini dengan Pasal 378 atau pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 4 tahun," kata Imara yang mengaku akan mengusut tuntas kasus ini.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed