DetikNews
Sabtu 22 September 2018, 20:37 WIB

Drama Musikal Meras Gandrung Awali Jazz Gunung Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Drama Musikal Meras Gandrung Awali Jazz Gunung Ijen Foto: Istimewa
Banyuwangi - Jazz Gunung Ijen di Jiwa Jawa Resort dibuka dengan pagelaran drama musikal Meras Gandrung. Drama musikal ini sekaligus sebagai penanda soft launching dibukanya Taman Gandrung Terakota, Jiwa Jawa Resort.

Para seniman Desa Adat Kemiren, mulai dari musisi, sinden, penari gandrung, dan lainnya tampil apik saat memainkan drama Meras Gandrung, Sabtu (22/9/2018).

Meras Gandrung merupakan ritual wisuda penari gandrung. Berbagai ritual untuk menjadi penari gandrung dilakukan. Ini setelah penari gandrung, berlatih menari dan menyanyi dengan cengkok khas Banyuwangi layaknya seperti sinden.

Drama musical ini diperankan oleh para dedengkot seniman gandrung, seperti sinden ternama Banyuwangi, Temuk Misti, penabuh gendang Haidi bing Slamet, serta puluhan penari gandrung Kemiren.


Dalam drama musical Meras Gandrung tersebut, digambarkan seorang remaja putri yang lebih tertarik musik populer, diarahkan menjadi penari gandrung. Dengan dorongan orangtua dan para seniman, akhirnya remaja itu bersedia menjadi gandrung. Setelah giat berlatih, remaja itu menjalani Meras Gandrung.

"Dalam Meras Gandrung, penari gandrung harus menjalani serangkain ujian. Mulai dari gerakan tari, lekukan suara sinden dan lainnya," kata Haidi Bing Slamet, penabuh gendang yang juga sutradara drama musikal Meras Gandrung kepada detikcom.

Setelah dinyatakan lulus, kata Haidi, penari gandrung itu menjalani ritual melalui upacara meminum ramuan gurah suara, untuk menghilangkan dahak yang ada di tenggorokan. Ramuan tersebut berisi wortel, bawang merah, daun lombok, kunir, dan ramuan lainnya. Ramuan itu diracik dan cairan itu dimasukkan dalam hidung. Rasanya sangat sakit bagi penari gandrung.


"Ketika seseorang belajar gandrung, sebagai landasan untuk pementasan perdana dia harus diperas, dalam Meras Gandrung. Ini sebagai penanda penari gandrung itu siap," kata Haidi.

Sigit Pramono, Pemilik Jiwa Jawa Resort sekaligus penggagas Jazz Gunung Ijen mengatakan, tampilan drama musikal Meras Gandrung sengaja dipertontonkan pada event ini sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman Gandrung.

"Kita ingin tunjukkan bahwa menjadi Gandrung tidak asal bisa menari. Tapi menyanyi seperti sinden dan ada ritualnya. Kami harap semuanya bisa melestarikan ritual ini," ujarnya.

Selain itu, Meras Gandrung juga sebagai penanda soft launching, Terakota Dancer (Taman Gandrung Terakota). Terakota merupakan barisan seribu patung penari gandrung, yang diletakkan di sekitar 3 hektare sawah.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed