detikNews
Jumat 21 September 2018, 16:37 WIB

Terima Alat Berat untuk Cegah Banjir, Risma: Surabaya Seperti Nederland

Zaenal Effendi - detikNews
Terima Alat Berat untuk Cegah Banjir, Risma: Surabaya Seperti Nederland Foto: Istimewa
Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menerima hibah dari Bank Jatim berupa alat berat, mobil ambulance dan Dump Truck. Dengan hibah ini, jumlah alat berat yang dimiliki Pemkot Surabaya mencapai 63 unit.

Hibah ini diberikan oleh Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim R Soeroso dan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Jumat (21/9/2018).

Soeroso mengatakan Bank Jatim selalu mendukung berbagai program pemerintah daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya. Bagi Bank Jatim, wajib hukumnya untuk membantu apabila ada CSR yang harus dikeluarkan, karena hal ini untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

"Programnya Bu Wali Kota (Risma) ini sangat banyak, dan Surabaya bisa kita lihat tamannya sudah indah sekali, jalannya bersih sekali dan sekarang sudah tidak banjir lagi di Surabaya," kata Soeroso seusai menyerahkan hibah.


Sebagai warga asli Surabaya, Soeroso mengaku rumahnya dulu kerap menjadi langganan banjir. Namun hal ini tidak lagi ditemuinya saat ini. "Jadi ini menunjukkan bahwa Bu Wali Kota ini sukses memimpin Kota Surabaya. Saya juga ikut bangga atas kepemimpinan Bu Risma ini," ujarnya.

Kendati demikian, Soeroso enggan merinci total bantuan yang telah diserahkan kepada Pemkot Surabaya. Sebab baginya yang paling penting bukan nominal, tetapi bagaimana CSR itu bisa bermanfaat bagi rakyat dan warga Surabaya. "Apalagi menurut saya, Bu Risma ini sudah turut membesarkan Bank Jatim dengan sangat luar biasa," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terimakasih banyak kepada Bank Jatim yang telah memberikan hibah kepada Pemkot Surabaya. Diceritakan Risma, pemberian hibah alat berat itu berlangsung mendadak karena ia sendiri baru tiba di Kota Surabaya pagi ini.

"Saya memang sengaja tarik lebih cepat, karena setelah ini Dinas PU Bina Marga dan Pematusan kerja 24 jam untuk menyiapkan musim hujan. Makanya saya butuh peralatan yang banyak supaya pekerjaan umum ini bisa bekerja lebih cepat lagi," terangnya membicarakan dump truck yang telah diberikan terlebih dahulu.

Menurut Risma, alat berat itu sangat bermanfaat bagi warga Kota Surabaya karena nantinya dapat digunakan untuk mengeruk sungai, membuat waduk dan membantu berbagai proyek Dinas PU Bina Marga dan Pematusan lainnya. "Dengan ketambahan satu unit alat berat ini, maka alat berat milik kita sekarang 63 unit," imbuhnya.


Risma juga menjelaskan alasan mengapa dirinya concern dalam menangani banjir di Kota Surabaya. Ia pernah mendapatkan keluhan dari warga Surabaya yang mengaku susah kaya karena setiap tahun terkena banjir.

"Bu, kita ini tidak bisa kaya-kaya, karena kami setiap tahunnya kebanjiran, sehingga harus membeli kulkas baru dan TV baru karena kena air semua. Tapi sekarang sudah tidak banjir lagi. Nah, yang usahanya tumbuh, silahkan membantu program pemerintah kota," paparnya.

Namun diakui Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut, semakin lama permukaan air laut itu semakin tinggi, sehingga sebetulnya penanganan banjir dari waktu ke waktu tidak pernah selesai. Untuk itu, ia terus mengupayakan berbagai cara untuk mengantisipasinya, termasuk membangun tanggul laut.

"Surabaya itu sebetulnya sudah seperti Nederland yang berada di bawah permukaan air laut kalau air laut pasang. Makanya kita harus terus mencegah banjir," pungkasnya.



Tonton juga 'Sidak ke Pasar Keputran, Risma Ngeluh Banyak PKL Bikin Kotor':

[Gambas:Video 20detik]


(ze/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed