DetikNews
Kamis 20 September 2018, 20:49 WIB

Big Bad Wolf Gelontor Ratusan Buku untuk Perpusdes di Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Big Bad Wolf Gelontor Ratusan Buku untuk Perpusdes di Malang Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Ratusan buku digelontor ke perpustakaan desa (Perpusdes) di Kabupaten Malang. Hadirnya buku ini tentunya semakin menambah koleksi buku yang dimiliki perpusdes. Setidaknya 500 buku diberikan kepada Perpusdes Gampingan, Pagak, Kabupaten Malang.

Wakil Bupati Malang Sanusi yang menerima bantuan berharap penambahan koleksi buku di Perpusdes Pagak mampu menumbuhkan tingkat baca masyarakat.

"Perpusdes kami meraih predikat terbaik nasional. Dengan begitu, minat baca masyarakat di Kabupaten Malang sangat tinggi. Bantuan 500 buku ini bisa menambah koleksi dan memperkuat budaya literasi masyarakat," ungkap Sanusi pada wartawan usai penerimaan bantuan, Kamis (20/9/2018).

Ratusan buku tersebut disumbang oleh PT Jaya Ritel Indonesia, penyelenggara pameran buku Big Bad Wolf (BBW). BBW sudah ketiga kalinya digelar di Surabaya. Rencananya, pada 27 September 2018 mendatang, pameran akan kembali digelar di JX Internasional selama 24 jam.


"Bersama Pemprov Jatim, kami menyumbangkan 500 buku untuk perpustakaan desa di Kabupaten Malang," ujar Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi.

Perpusdes Pagak dinilai layak menerima bantuan buku, melihat tingginya minat baca di perpustakaan tersebut dan meraih predikat terbaik nasional. Dikatakan Uli, menggiatkan minat baca sejak dini didorong koleksi buku yang berlimpah merupakan misi dan semangat gerakan yang dijalankan oleh Big Bad Wolf.

"Tak lepas juga didorong arus globalisasi serta nota kesepakatan regional Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dituntut kesiapan generasi masa depan yang kaya pengetahuan," terang Uli.

Kolaborasi bersama Pemprov Jatim, kata dia, kemudian dijalankan demi menyiapkan generasi masa depan yang cemerlang.


"Literasi harus menjadi budaya yang ditanamkan sejak dini. Big Bad Wolf coba memperkenalkan bahasa pergaulan internasional seperti bahasa Mandarin dan Inggris," bebernya.

Senior Vice President Bank Mandiri Regional 8/Jawa 3 Susantyo Anto Budiyono mengaku, keterlibatan Bank Mandiri tak lain demi memperkuat pengetahuan masyarakat dalam transaksi pembayaran secara non tunai didalam pameran buku terbesar yang digelar Big Bad Wolf.

"Bank Mandiri dan Big Bad Wolf Indonesia mempermudah akses terhadap buku-buku berkualitas dengan harga sangat terjangkau. Ada diskon kami siapkan sampai 50 persen," jelas Susanto.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed