DetikNews
Kamis 20 September 2018, 11:39 WIB

Harga Likuid Vape Bakal Naik, Reseller Blitar Bingung Jual Stok Lama

Erliana Riady - detikNews
Harga Likuid Vape Bakal Naik, Reseller Blitar Bingung Jual Stok Lama Foto: Erliana Riady
Blitar - Harga likuid vape bakal mengalami kenaikan karena pemerintah menerapkan cukai sebesar 57 persen untuk produk ini per bulan Oktober mendatang. Hal ini ternyata menimbulkan keresahan tersendiri bagi reseller di Kota Blitar.

Reseller di Kota Blitar mengaku bingung menghabiskan stok likuid vape lama atau tanpa pita cukai. Banyak dari mereka yang terlanjur membeli dalam jumlah banyak untuk memenuhi permintaan likuid vape yang tinggi di Blitar.

"Ini stok yang nggak pakai pita cukai masih banyak. Kalau hitungan saya, nggak mungkin habis dalam sebulan ini. Kami harus bagaimana. Ini belinya dari online bayar putus. Jadi nggak bisa dikembalikan ke importir atau pabriknya," keluh salah satu pemilik toko vape di Jalan Ciliwung, Kota Blitar, Imam usai mengikuti sosialisasi di Kantor Bea Cukai Blitar, Rabu (19/9/2018).


Padahal, jika per Oktober nanti stok itu tetap terpajang, maka ancaman hukuman pidana lima tahun penjara akan tegas diberlakukan. Selain itu, negara akan menarik likuid vape tanpa cukai yang ada.

Pihak Bea Cukai sendiri mengaku telah melakukan sosialisasi dan pembinaan terkait kebijakan baru ini sejak tiga bulan lalu. Rentang waktu ini dinilai cukup bagi reseller di daerah untuk mengetahui aturan baru yang berlaku dan sanksinya jika terbukti melanggar.

"Sesuai aturan sebenarnya berlaku efektif per 1 Juli. Karena melekatkan pita cukai tidak sesederhana itu. Prosesnya panjang. Pertama harus punya izin NPPKC namanya. Lalu harus daftar merek, harga eceran tertinggi dan lain-lainnya, baru pesan pita cukai. Itupun ada tahapannya karena tidak selalu tersedia. Baru kami order ke Peruri, sekitar 3 minggu baru jadi," jelas Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar Moch Arif Setijo Noegroho.


Dalam sejumlah sidak yang dilakukan tim Bea Cukai Blitar ditemukan fakta bahwa tingkat konsumsi vape di Kota Blitar tinggi. Di Kota Blitar saja tercatat terdapat 12 reseller sehingga beberapa reseller memiliki stok berlebih untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya.

"Disini (Blitar) itu kota kecil tapi tingkat konsumsinya cukup tinggi. Satu toko itu bisa jual 50 botol dalam sehari. Antara produk lokal dan impor jumlahnya 50:50, dan yang terjual juga sama banyaknya," ungkap Arif.

Kendati demikian, permasalahan yang dikeluhkan para reseller juga menjadi bahan pertimbangan bagi pihak Bea Cukai untuk menetapkan aturan itu. Ini karena tanggung jawab pelekatan pita cukai seharusnya dilakukan oleh pabrik atau importir.

"Kami sedang diskusikan dengan para reseller masalah ini. Kami juga sampaikan ke jajaran yang lebih atas bagaimana solusinya. Apa nanti pihak pabrik yang diminta menarik produknya atau bagaimana, belum kami rumuskan," lanjutnya.




Tonton juga 'Antara Vape dan Shisa, Manakah yang Lebih Berbahaya?':



(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed