Gaya Kapolda Jatim Saat Asyik Bernyanyi, Penonton Sibuk Berswafoto

Gaya Kapolda Jatim Saat Asyik Bernyanyi, Penonton Sibuk Berswafoto

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Rabu, 19 Sep 2018 09:46 WIB
Gaya Kapolda Jatim Saat Asyik Bernyanyi, Penonton Sibuk Berswafoto
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gaya Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat bernyanyi mendapat acungan jempol dari mahasiswa. Saat Cangkrukan Forkopimda dengan perwakilan BEM di Jatim, Luki sempat naik ke panggung dan menyanyikan lagu Dewa 19 yang bertajuk Pupus.

Tak disangka, lagu ini pun sangat pas dengan selera mahasiswa. Melihat Luki menyanyi, para mahasiswa langsung berebut naik ke panggung dan turut menyanyikan lagu ini. Sementara, beberapa penonton lain juga mendekat dan mengabadikan momen.

"Ayo kita nyanyi sama-sama ya," kata Luki di sela bernyanyi saat Cangkrukan bareng BEM se-Jatim di kediamannya di Jalan Bengawan Surabaya, Selasa (19/9/2018) malam.

Luki dan puluhan mahasiswa pun tampak larut dalam suasana, kesemuanya juga terlihat sangat menghayati lagu Pupus yang mengisahkan cinta bertepuk sebelah tangan. Sementara mahasiswa, mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri.

Keseruan tak berhenti sampai di situ. Luki akhirnya turun dari panggung dan memilih berbaur dengan mahasiswa. Para mahasiswa pun menyarankan Luki untuk naik ke atas kursi. Sedang di sekelilingnya ada para mahasiswa yang mengerubuti dan turut bernyanyi dengan khidmat.

Usai lagu Pupus berakhir, para mahasiswa masih tak puas dengan keseruan yang berlalu begitu saja. Mereka pun berteriak agar momen karaoke bersama Kapolda bisa dilakukan lebih lama.


"Lagi, lagi, lagi, lagi," teriak mahasiswa dengan bertepuk tangan.

Luki akhirnya kembali menyanyikan lagu Dewa 19 yang berjudul Dealova. Diakuinya, lagu-lagu Dewa 19 bisa diterima semua usia. Entah mewakili situasi hati atau perasaan mahasiswa, di lagu kedua, para anak muda ini juga tampak sama larutnya.

Momentum cangkrukan ini pun menuai banyak pujian dari mahasiswa. Bagi mereka, bisa diajak bertemu, berdiskudi dan didengarkan aspirasinya merupakan cara yang cukup efektif dalam menyelesaikan masalah.

"Kita sangat dimanusiakan karena ini yang kita ingin dialog bersama, karena ruang-ruang penyelesaian masalah diselesaikan dengan cara yang seperti ini dan tidak harus secara formal," kata Ketua GMNI Jatim, Agung Dendy.

Sementara kapolda juga meminta mahasiswa ikut menjaga kondusivitas menjelang momentum Pilpres 2019. Bagi Luki, mahasiswa bisa menjadi peredam informasi hoaks yang rawan terjadi di masyarakat.

"Betul-betul yang saat ini kita ketahui bersama di tahun politik banyak informasi-informasi hoax yang kebenarannya belum pas, namun sudah disebarkan. Saya berharap mahasiswa bisa menjadi penyambung, bisa memberikan suasana kondusif," ujar Luki.

"Semoga isu-isu yang berkembang ini, minimal di kelompoknya bisa diredam," ujar Luki.

Tak hanya itu, Luki juga mengingatkan kepada mahasiswa jika situasi ke depan membutuhkan perhatian khusus. Luki mengatakan banyak pihak-pihak yang ingin membuat perpecahan bangsa.

Untuk itu, dia berpesan agar mahasiswa tetap bisa bersatu untuk menjaga wilayah Jawa Timur dari perpecahan.

"Situasi ke depan ini butuh perhatian khusus, banyak pihak-pihak atau kelompok ingin membuat perpecahan. Baik itu dengan kalangan ulama dan kalangan mahasiswa. Kita harus bersatu, di sini kami juga bersama TNI akan menjaga wilayah Jawa Timur pada situasi di tahun politik ini, untuk menjaga situasi di Jatim betul kondusif," pesan Luki.


Simak Juga 'Pulang dan Sungkem, Cara Kapolda Jatim Peringati Hari Ibu':

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Berita Terkait