DetikNews
Selasa 18 September 2018, 18:13 WIB

Jelang Tes CPNS, Pemohon SKCK Polres Gresik Membludak

Deni Prastyo Utomo, Deni Prastyo Utomo - detikNews
Jelang Tes CPNS, Pemohon SKCK Polres Gresik Membludak Foto: Deny Prastyo Utomo
Gresik - Ratusan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) penuhi Polres Gresik. Mereka rela antre untuk persyaratan tes CPNS Pemkab Gresik yang digelar, 19 September.

Para pemohon SKCK ini rela antre sejak pukul 08.00 sejak dibukanya jam pelayanan. Para pemohon rata-rata dari kawasan Menganti, Benjeng, dan Bungah. Hingga pukul 13.00 WIB para pemohon baru terus berdatangan.

Devi (25) asal Kecamatan Bungah mengaku datang sejak pukul 12.00 WIB. Dia membuat SKCK untuk persyaratan mendaftar CPNS. Meski harus menunggu antrean lama, dia tidak keberatan.

"Ini baru datang dan selesai mengisi formulir," kata Devi kepada wartawan di mapolres Jalan Basuki Rahmat, Selasa (18/9/2018).

Hal senada diungkapkan Dewi (25) warga Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kebomas. Dia mengaku datang sejak pagi. Namun, tetap saja harus menunggu lama. Sebab, lebih banyak yang datang terlalu pagi.

"Iya ini mau ikut CPNS tenaga kesehatan. Siapa tahu lolos," ungkap Dewi dengan tersenyum.

Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha (Kaurmintu) Aiptu Sulaiman mengatakan peningkatan pemohon SKCK terjadi sejak Jumat (14/9) lalu. Padahal, hari-hari biasa pihaknya hanya melayani antara 20-30 pemohon.

"Hari ini pemohon SKCK sekitar 200 sampai 300 pemohon," tambahnya.

Membludaknya pemohon SKCK, pihaknya menambah jumlah petugas pelayanan agar tidak terlalu lama mengantre. Jika sebelumnya ada 2 petugas, kini menjadi 5 petugas. Sedangkan jam operasional diperpanjang. Bila sebelumnya hingga pukul 15.00 WIB, kini menjadi 17.00 wib.

"Supaya tidak terjadi antrean panjang," imbuhnya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro membenarkan beberapa hari pemohon SKCK membludak. "Sebetulnya kita sudah memiliki layanan SKCK online. Tidak perlu capek-capek datang, cukup mengisi di rumah dan tinggal ambil nomor antrean. Tapi para pemohon masih memilih cara manual," ujarnya.

Untuk diketahui, bagi pemohon yang mengajukan SKCK dikenai tarif sebesar Rp 30 ribu/orang. Tarif tersebut sesuai dengan PP No 50 tahun 2010. Pihaknya juga menghimbau kepada pemohon SKCK agar bersabar. Sebab, pemohon meningkat hingga harus antri menunggu giliran.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed