Hore.. Dapat Kacamata Gratis, Pelajar SD di Blitar Jelajah Gerbong KA

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 18 Sep 2018 11:01 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - Wajah-wajah ceria pelajar SD ini terlihat saat mereka mendapat kacamata gratis. Kacamata gratis yang dibagikan PT KAI Daop 8 ini untuk memberikan layanan di Blitar.

Bahkan tak hanya mendapat kacamata gratis, mereka bisa menjelajahi seluruh ruangan di gerbong kereta yang bentuknya tak seperti biasa.

Pemandangan itu bisa dilihat saat gerbong kereta Rail Clinic Daop 8 Surabaya, terparkir di Stasiun Wlingi Kabupaten Blitar, Selasa (18/9/2018). Hari ini Daop 8 Surabaya memberi layanan kesehatan dan pengobatan gratis dengan gerbong khusus ini.

"Seperti di film, keretanya ada banyak ruangan. Isinya tidak hanya tempat duduk, tapi banyak ruangan untuk diperiksa pak dokter. Bagus bentuknya," tutur Silvia, siswi SDN Beru 1 Wlingi.

Silvia, satu di antara 31 siswa SD yang mendapat kacamata gratis hari ini. Selain siswa dari SDN Beru 1, kacamata gratis juga diberikan kepada beberapa siswa dari SD Bina Insan Mulia Beru.

Gerbong Rail Clinik memang unik. Kereta api ini sudah dimodifikasi menjadi kereta yang memiliki berbagai fasilitas pemeriksaan kesehatan. Rail Clinic adalah pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pemeriksaan umum, gigi, kehamilan dan mata. Selain itu pelayanan kefarmasian serta dilengkapi dengan kereta pustaka juga tersedia.

"Selain memberikan 31 kacamata gratis kepada siswa SD, kami juga gelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis ini, sebagai bentuk kepedulian PT KAI, melalui program Corporate Social Responsibility kepada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan Stasiun atau rel kereta api," ucap Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko.

PT KAI menyiagakan tim kesehatan yang berasal dari internal pegawai PT KAI. Dan menargetkan dapat membantu melayani lebih dari 300 orang pasien dari penduduk setempat.

"Ini sebagai bukti nyata BUMN hadir Untuk Negeri. PT KAI mengadakan bakti sosial yang mengena langsung pada masyarakat, berupa pengobatan gratis pada masyarakat yang tinggal di sekitar Stasiun Wlingi," imbuhnya.

Menurut Gatut, pembuatan Rail Clinic ini dilatarbelakangi semangat PT KAI untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat Indonesia. Khususnya di bidang kesehatan dengan memanfaatkan jalur KA. Sehingga dapat menembus daerah yang sulit dilalui oleh kendaraan bermotor.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan di Rail Clinic ini, masyarakat hanya diminta menunjukkan kartu undangan yang sebelumnya sudah diberikan terlebih dahulu. Atau menunjukan identitasnya kepada petugas.

"Dengan adanya pengobatan melalui Rail Clinic ini, diharapkan tingkat kesehatan warga menjadi lebih baik. Serta pada masyarakat yang tinggal berdekatan dengan stasiun atau rel kereta api, untuk sama-sama menjaga keamanan perjalanan kereta api dan aset-aset yang menjadi milik PT KAI," pungkasnya. (fat/fat)