DetikNews
Rabu 12 September 2018, 15:08 WIB

Melihat Gaya Sandiaga Menjajal Tarian Topeng Asli Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Melihat Gaya Sandiaga Menjajal Tarian Topeng Asli Malang Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengakhiri roadshow di Kota Malang dengan bertandang ke Kampung Budaya Polowijen. Di kampung budaya ini, Sandiaga ditantang menunjukan kemampuannya menari Bapang, tarian topeng asli Malang.

Beberapa penari bersiap mempersembahkan Tari Bapang dikala Sandiaga Uno datang ke Kampung Budaya Polowijen. Lokasinya tak jauh dari tempak mukhsa Ken Dedes permaisuri Kerajaan Singosari yang melahirkan raja-raja di Tanah Jawa.

Pemandu acara menantang Sandiaga untuk ikut bergabung dengan penari sudah melengkapi wajahnya dengan topeng khas malangan.


Sandi pun beranjak, selendang diberikan sebagai pelengkap diri. Alunan musik gamelan memulai untuk pagelaran tari. Meski terlihat kikuk, Sandiaga percaya diri mengikuti gerakan para penari di depannya.

Menari tak lazim dilakukan Sandiaga diikuti hingga selesai, warga yang hadir memberi tepuk tangan. Sebanyak 15 tumpeng turut dibawa ke lokasi acara yang mengambil tema Gerebeg Tumpeng Suro itu.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu tampa enjoy meski panggung tempat acara dibuat dari anyaman bambu di atas sungai kecil.


Seperti roadshow sebelumnya, Sandi juga menjadi buruan emak-emak untuk foto bareng.

Dalam orasinya Nusantara Bangkit, Sandiaga mengatakan, bahwa Indonesia memiliki beragam budaya. Seluruh warisan budaya harus dilestarikan.

"Warisan budaya harus menjadi penggerak ekonomi kreatif. Budaya adalah harga mati, seperti dipesankan Bapak Haji Prabowo," ujar Sandiaga, Rabu (12/9/2018).

Dia melihat perkembangan Kampung Budaya Polowijen sudah menunjukkan lahirnya ekonomi rakyat. Dunia pariwisata jika dikelola dengan baik akan mampu menggerakan ekonomi.


"Pesan Pak Prabowo, bahwa disini saya diutus Pak Prabowo, untuk melihat tempat dimana lahirnya raja-raja Jawa dan Mataram," kata Sandi.

Dia juga menegaskan bahwa orasi budaya ini bukan kampanye. Tetapi demi melestarikan warisan budaya Indonesia.

"Ini bukan kampanye, tetapi upaya melestarikan budaya nasional. Mungkin bisa nanti senam aerobic di kolaborasi mirip dengan Tari Topeng (Bapang), sekaligus langkah pelestarian budaya," ujar Sandi.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed