Gagal Ritual Suroan ke Puncak Lawu, Ini yang Dilakukan Pendaki

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 11 Sep 2018 07:59 WIB
Gagal ke puncak, pendaki ritual di Cemoro Sewu/Foto: Sugeng Harianto
Magetan - Ribuan calon pendaki yang gagal ke puncak Gunung Lawu saat malam Suro, terpaksa menggelar ritual di sekitar Cemoro Sewu. Ritual yang dilakukan di tempat yang dianggap sakral itu dilakukan bergantian.

"Berhubung ada larangan ke puncak ini kita menggelar ritual doa untuk leluhur Gunung Lawu di sini saja (Tempat yang disakralkan di pintu masuk pendakian Cemoro Sewu). Kalau biasanya kita berdoa di puncak," terang salah satu calon pendaki asal Mojokerto, Jalil (65) kepada detikcom di lokasi, Selasa (11/9/2018).

Dia mengaku datang bersama tiga temannya untuk melakukan ritual tiap malam suro di puncak Gunung Lawu. Kebiasaan berdoa itu dilakukan dengan membakar dupa dengan bau khas gondorukem yang bertujuan agar doa yang ditujukan leluhur Gunung Lawu sampai ketujuan.


"Kita mendoakan leluhur yang ada di Gunung Lawu sini. Kita sertakan dupa istilah nya agar doa kita sampai ke leluhur Gunung Lawu," katanya.

Dari pantauan detikcom, Senin (10/9) malam pendaki yang datang dari berbagai daerah dilarang naik ke puncak Lawu karena kebakaran hutan. Padahal sebelumnya hutan sempat padam sekitar 12 jam. Namun akhirnya terbakar lagi.

Mereka tampak mendirikan tenda dan membakar kayu untuk menghangatkan badan. Calon pendaki rata-rata terus berdatangan karena belum tahu jalur pendakian mendadak ditutup.

Petugas BPBD, BASARNAS, TNI, polisi dan Satpol PP tampak berada di jalur pendakian Cemoro Sewu Magetan. Mereka menghalau pendaki yang akan naik ke Gunung Lawu. Jalur pendakian Cemoro Sewu Magetan, ini berbatasan dengan wilayah Karanganyar Jawa Tengah. (fat/fat)