Ini Sosok Pemuda Ponorogo yang Sabet Juara Drag Race Tingkat Nasional

Charolin Pebrianti - detikNews
Kamis, 30 Agu 2018 10:12 WIB
Samudra dan mobil yang membawanya ke podium juara. (Foto: Charolin Pebrianti)
Ponorogo - Samudra Eko Setyantoro (23) berhasil membawa nama Ponorogo dalam ajang balap mobil tingkat nasional, Venture Sport Club (VSC) Drag Race 201 Meter, di Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta pada 19 Agustus 2018 lalu.

Berkat kepiawaiannya menggeber mobil Honda Civic Ferio tahun 2000 di lintasan balap, Samudra bisa menembus posisi juara 3 di kelas Bracket 11 detik dengan catatan waktu 11,100 detik.

"Awalnya ragu saat ikut lomba. Soalnya waktu latihan kurang dan persiapan mendadak," tutur Samudra saat ditemui detikcom, Kamis (30/8/2018).


Warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman ini mengaku awalnya tidak berniat mengikuti lomba. Ia lebih suka memodifikasi mobil miliknya agar nyaman digunakan. Dari situlah Samudra bertemu dengan sebuah komunitas mobil.

"Dari situ info kejuaraan banyak, akhirnya saya memberanikan diri ikut lomba. 2 kali ikut Kejurnas dan 1 kali ikut Kejurprov tapi baru menang pas Kejurnas kemarin di Yogya," terangnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini pun memulai debutnya di ajang balap bracket pada tahun 2018 bersama dengan timnya Stock Racing Team Ponorogo, yang didukung penuh oleh tim berisi 15 orang.

Meski demikian, dunia balap bagi mahasiswa semester akhir Universitas Merdeka Madiun ini juga bukan hal baru. Ia mengaku mengenal dunia balap sejak kelas 3 SMP.

"Awalnya dulu suka ikut drag race dan road race. Tapi cuma sekedar suka, bukan pebalap yang profesional seperti bracket ini," imbuhnya.


Prestasi yang berhasil diperoleh saat ini pun memacu Samudra untuk terus berprestasi di ajang balap nasional. "Saya memiliki rencana jangka panjang di dunia balap untuk terus mengikuti kompetisi balap. Naik kelas tidak hanya bracket 10,5 detik atau 11 detik," ungkapnya dengan penuh semangat.

Sebelum lomba, sejumlah persiapan dilakukan oleh Samudra, terutama menyangkut keamanan untuk dirinya sendiri.

"Mulai dari sarung tangan, helm dan mental terutama. Kalau gugup malah kacau dan nggak fokus pada perlombaan," pungkasnya. (lll/lll)