DetikNews
Rabu 29 Agustus 2018, 14:45 WIB

Golkar Pecat 2 Kadernya di DPRD Malang yang Loncat Partai

Muhammad Aminudin - detikNews
Golkar Pecat 2 Kadernya di DPRD Malang yang Loncat Partai DPRD Kabupaten Malang/Foto: Istimewa
Malang - Gugatan dilayangkan dua anggota DPRD Kabupaten Malang kepada DPD II dan DPP Partai Golkar. Pengunduran diri yang disodorkan pindah partai pencalegan, justru dibalas surat pemecatan. Kini, gugatan yang sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Kepanjen menunggu agenda sidang.

Kedua anggota DPRD itu adalah Achmad Andik serta Sodikul Amin. Mereka duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten periode 2014-2018 melalui Partai Golkar. Pada Pileg 2019 nanti, keduanya maju kembali namun melalui Partai NasDem.

"Kami sudah masukan gugatan atas surat yang dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar (Kabupaten Malang). Karena kami melihat ada sengketa, surat pengunduran diri kami, justru dibalas dengan keputusan pemberhentian dengan hormat," ungkap Andik dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/8/2018).

Dia mengaku, surat pengunduran diri yang diajukan untuk memenuhi syarat maju sebagai bakal calon legislatif. Karena dia telah memutuskan untuk berpindah partai di Pileg tahun depan.

"Sesuai PKPU, untuk mendaftar bacaleg, syaratnya harus membuat surat pengunduran diri (dari Golkar). Saya membuatnya, tetapi dalam surat keputusannya yang dikirim kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang, DPD II Partai Golkar menyebut dengan pemberhentian dengan hormat. Jika mengacu kepada aturan persyaratan PAW anggota DPRD (pergantian antar waktu) itu salah," ungkap Andik.

Dia memilih sengketa ini diuji di pengadilan. Sebab, pihaknya menimbang adanya kesalahan dalam penyebutan (pemberhentian) oleh Partai Golkar, serta pengambilan dasar aturannya.

"Ini sudah menimbulkan sengketa, makanya diuji ke pengadilan. Saya dilantik menjadi anggota DPRD atas keputusan gubernur, sebelum SK pemberhentian dikeluarkan (gubernur), maka status saya masih anggota DPRD dan memiliki hak menerima gaji dan tunjangan," tegas Andik dalam sambungan telpon.

Diceritakan, keputusan hengkang dari Golkar tak lain karena sikap partai pimpinan Airlangga Hartanto itu sendiri. Yakni, memberhentikan dirinya sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang, sejak September 2016 lalu. "Saya diberhentikan dari sekretaris, meskipun SK-nya sampai saat ini belum pernah saya ketahui," tandasnya.

DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang justru melihat surat pemberhentian dengan hormat yang disengketakan sudah tepat dan benar. Keputusan dikeluarkan kepada Sodikul Amin serta Achmad Andi telah melalui rapat pleno pimpinan.

"Surat keputusan sudah melalui pleno, kami tidak akan menarik meski ada gugatan. Terhitung sejak mundur dari anggota DPRD yang bersangkutan tidak lagi menerima gaji," ujar Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang Kusmantoro Widodo terpisah.

Kusmantoro menambahkan, partainya telah menyiapkan dua kader terbaik, untuk menggantikan posisi Sodikul Amin dan Achmad Andi sampai periode jabatan selesai. "Surat PAW (pergantian antar waktu) sudah kami kirim kepada gubernur melalui bupati. Jadi kita menunggu balasan, untuk melakukan PAW," kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang ini.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed