Alhamdulillah, Kloter Pertama Embarkasi Surabaya Tiba

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 28 Agu 2018 10:40 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Surabaya telah tiba di Asrama Haji Surabaya pada hari Selasa (28/8/2018) tepat pukul 03.24 WIB.

Sebelumnya pesawat Saudi Arabia Airlines penerbangan SV 5110 yang ditumpangi kloter pertama ini sempat molor 45 menit dari yang dijadwalkan. Pada jadwal tertulis mendarat pada pukul 01.00 WIB, namun pesawat baru mendarat pukul 01.45 WIB di Bandara Internasional Juanda.

Begitu tiba di Asrama Haji, 450 orang yang terdiri dari 445 jemaah dan lima petugas langsung disambut Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur sekaligus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Syamsul Bahri.

"Selamat datang kembali di Indonesia," kata Syamsul dalam sambutannya di Gedung Mina, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya Selasa (28/8/2018).

Syamsul mengatakan seluruh jemaah dari kloter satu yang berasal dari Situbondo ini pulang dalam komposisi utuh sejak berangkat hingga pulang ke tanah air. "Pulang juga sama 450 orang," imbuhnya.

Di asrama, para jemaah kembali menempuh beberapa tahapan, mulai dari penyesuaian paspor dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dengan scanning suhu tubuh menggunakan thermoscanner.

"Alhamdulillah, kloter pertama ini normal semua suhu tubuh jamaah ini," ungkapnya.

Alhamdulillah, Kloter Pertama Embarkasi Surabaya TibaFoto: Istimewa

Meski kloter pertama kembali dengan utuh dan sehat, Syamsul mengatakan jumlah jemaah haji embarkasi Surabaya yang meninggal terdata 28 orang. Data ini turun sebesar 80,7 persen dari musim haji tahun lalu.

"Turun drastis, dari sebelumnya 145 jemaah yang meninggal, menjadi 28 orang," ungkap Syamsul.


Syamsul bersyukur meski saat ini suhu udara di Arab Saudi mencapai lebih dari 40 derajat celcius dan sempat ada badai di Arafah, namun jemaah haji dari embarkasi Surabaya masih bisa bertahan.

Ia menambahkan, sebelum pemberangkatan pihaknya juga telah melakukan pengetatan terhadap jemaah haji yang berisiko tinggi (risti).

"Kita berusaha mengurangi jemaah risti yang akan berangkat setelah melihat kondisi Arab Saudi saat ini," imbuhnya. (lll/lll)